Masterclass Zidane: Saat Perancis Bungkam Brasil 2006

tvrinews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews- Frankfurt

Zinedine Zidane menampilkan performa ikonik yang mengakhiri rekor kemenangan beruntun Brasil di Piala Dunia.

Dunia sepak bola tidak akan pernah melupakan malam di "Mainhatten" pada musim panas 2006. Di bawah lampu stadion Frankfurt, Zinedine Zidane tidak hanya bermain sepak bola, ia mementaskan sebuah pertunjukan teater yang memaksa tim bertabur bintang Brasil bertekuk lutut di babak perempat final Piala Dunia.

Memasuki laga tersebut, Brasil yang diperkuat Kaka, Ronaldinho, dan Ronaldo dijagokan untuk mengakhiri karier Zidane. 

Pemain nomor 10 itu sebelumnya telah mengumumkan akan pensiun segera setelah kampanye Perancis di Jerman berakhir. Namun, sejarah mencatat narasi yang berbeda.

Keajaiban di Tengah Cedera

 

Zidane saat melakukan tendangan yang dikonversi menjadi gol tunggal oleh Thierry Henry (Foto: FIFA)

Meski sempat diragukan tampil karena cedera yang didapat pada babak 16 besar melawan Spanyol, Zidane menunjukkan keteguhan hati yang luar biasa.

"Tim medis memberi tahu bahwa saya harus absen," kenang Zidane dalam sebuah wawancara. "Saya orang yang tenang, namun saya tegaskan kepada mereka bahwa tidak ada alasan bagi saya untuk melewatkan laga melawan Brasil. 

Saya bermain dengan cedera, namun itu menjadi salah satu performa terbaik saya untuk Perancis."

Ketangguhan ini terbayar lunas. Hanya dalam 35 detik pertama, Zidane menunjukkan sihirnya dengan melewati Ze Roberto, Kaka, dan Gilberto Silva. 

Sepanjang laga, ia mendominasi lini tengah dengan kontrol bola yang presisi, operan mematikan, dan teknik roulette 360 derajat yang menjadi ciri khasnya.

Mengakhiri Dominasi Seleção

Puncak dari dominasi Zidane terjadi saat tendangan bebasnya berhasil dikonversi menjadi gol tunggal oleh Thierry Henry. Kemenangan 1-0 ini secara mengejutkan menghentikan rekor 11 kemenangan beruntun milik Brasil di ajang Piala Dunia.

 

Momen 35 detik pertama, Zidane menunjukkan sihirnya dengan melewati Ze Roberto, Kaka, dan Gilberto Silva untuk mencetak gol (Foto: FIFA)

Legenda sepak bola Brasil, Pele, bahkan tidak ragu memberikan pujian atas performa tersebut. "Zidane mengubah lapangan menjadi sebuah teater. Dia menghasilkan sihir demi sihir. Dia sangat luar biasa," ujar Pele.

Rekan setimnya, Florent Malouda, menambahkan bahwa dampak permainan Zidane akan bertahan selamanya. "Orang-orang akan membicarakan penampilannya dalam 50 atau 100 tahun ke depan. Dia adalah seorang penyihir sepanjang laga," ungkapnya.

Momen di Ruang Ganti

Nuansa emosional berlanjut hingga usai laga. Bek kanan Brasil, Cicinho, menceritakan momen ketika Zidane masuk ke ruang ganti Brasil untuk bertukar kostum dengan sahabatnya, Ronaldo.

"Ronaldo melihatnya dan berkata, 'Zizou, tolong tinggalkan tempat ini karena semua orang sedang menangis dan marah. Selamat, kamu bermain luar biasa, tapi tolong pergilah.' Zidane mengambil kaos itu dan pergi dalam diam," tutur Cicinho.

Kemenangan ini kembali menegaskan status Zidane sebagai momok bagi Brasil, mengulang memori final 1998 di mana ia juga menjadi aktor utama yang menggagalkan ambisi Seleção.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menko PMK dan Mendagri Resmikan Huntara di Palembayan Agam
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tambang Ilegal Masih Beroperasi, Dedi Mulyadi Auto Sentil Aparat sampai Warga Subang
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Update Bencana Longsor Cisarua Bandung Barat: 6 Korban Tewas Berhasil Diidentifikasi
• 13 jam lalumerahputih.com
thumb
Banjir Jakarta, BNPB: 1.600 Lebih Warga Mengungsi per 25 Januari 2026
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Cafe Moenasiah Semarang, Kedai Kopi yang Menyatu dengan Ruang Baca
• 20 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.