Akibat longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu dini hari (24/1), setidaknya terdapat 17 orang meninggal—per Senin pagi (26/1).
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyebutkan terdapat korban yang ditemukan tewas dalam kondisi berangkulan.
"Ada satu keluarga di sini yang menyatakan bahwa ada sembilan keluarga yang bersangkutannya tertimbun," ujar Hendra mengawali penjelasan, dikutip dari Antara pada Senin (26/1).
Ia melanjutkan, "Dari yang masuk tadi itu ada tiga—satu keluarga ya—dengan bapak, ibu, dan satu anaknya, dengan kondisi ditemukan dalam keadaan berangkulan, ya."
"Berangkulan dan satu rumah di situ, dan kita berhasil evakuasi, dan inilah yang kita dapatkan, dua bapak-ibu sudah kita identifikasi," ujar Hendra.
Belum diketahui identitas korban yang berangkulan tersebut, namun sebelumnya BNPB telah merilis identitas korban, yakni:
Nurhayati, Warga RT 01/10 (Perempuan, ±50 tahun);
Sunarya Chandra, Warga RT 05/11 (Laki-laki, ±50 tahun);
Nining, Warga RT 05/11 (Perempuan);
Jajang Taryana, Warga RT 05/11 (Laki-laki);
Dadang Ajung, Warga RT 01/11 (Laki-laki);
Lina Liemayanti, Warga RT 01/11 (Perempuan, ±43 tahun).
KSAL Laksamana Muhammad Ali mengatakan 23 anggota Marinir turut menjadi korban longsor tersebut. Mereka merupakan prajurit yang sedang melaksanakan PAM perbatasan RI-PNG.
"Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia," kata Ali di DPR, Senin (26/1).




