Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Senin (26/1) mengatakan telah mengutus pejabat pengawas perbatasan AS, Tom Homan, ke Minnesota pada malam hari setelah insiden penembakan fatal yang terjadi baru-baru ini.
Pada Sabtu, seorang agen federal menembak seorang warga Minneapolis. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan bahwa seorang petugas Patroli Perbatasan melepaskan tembakan karena merasa nyawanya terancam.
Menurut pernyataan tersebut, aparat penegak hukum saat itu tengah melakukan penggerebekan terhadap imigran tidak berdokumen ketika seorang pria mendekati mereka dengan membawa senjata api. Karena tidak dapat melucuti senjata pria tersebut, petugas akhirnya terpaksa melepaskan tembakan.
“Saya mengutus Tom Homan ke Minnesota malam ini. Ia belum pernah terlibat langsung di wilayah itu, tetapi mengenal dan menyukai banyak orang di sana. Tom tegas namun adil, dan akan melapor langsung kepada saya,” tulis Trump di Truth Social.
Trump juga menambahkan bahwa penyelidikan terpisah terkait dugaan penipuan senilai 20 miliar dolar AS (sekitar Rp334,9 triliun) di Minnesota sedang berlangsung dan menyebut kasus tersebut setidaknya turut memicu aksi protes di wilayah tersebut.
Selain itu, Trump mengatakan bahwa Departemen Kehakiman AS dan Kongres tengah menyelidiki dugaan kejahatan keuangan yang melibatkan anggota Kongres Ilhan Omar, yang menurutnya kini memiliki kekayaan lebih dari 44 juta dolar AS (sekitar Rp736 miliar).
Aksi protes massal terhadap petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) terus berlanjut di Minneapolis. Alat berat dikerahkan ke jalan-jalan, sementara para demonstran mendirikan barikade.
Sebelumnya pada Januari, seorang petugas ICE menembak seorang perempuan yang menurut otoritas setempat, berusaha menabrak agen dengan mobilnya saat aksi protes di Minneapolis. Dalam insiden tersebut, petugas mengalami pendarahan internal di bagian tubuhnya, demikian laporan CBS News mengutip pejabat AS.
Pada hari pelantikannya sebagai presiden ke-47 AS, Trump berjanji akan segera menghentikan imigrasi ilegal dan memulai deportasi massal dari AS. Ia juga menetapkan status darurat nasional untuk menangani krisis perbatasan negara tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Petugas imigrasi AS dikepung massa di Minneapolis
Baca juga: Pentagon siapkan 1.500 tentara divisi elit untuk unjuk rasa Minnesota
Pada Sabtu, seorang agen federal menembak seorang warga Minneapolis. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan bahwa seorang petugas Patroli Perbatasan melepaskan tembakan karena merasa nyawanya terancam.
Menurut pernyataan tersebut, aparat penegak hukum saat itu tengah melakukan penggerebekan terhadap imigran tidak berdokumen ketika seorang pria mendekati mereka dengan membawa senjata api. Karena tidak dapat melucuti senjata pria tersebut, petugas akhirnya terpaksa melepaskan tembakan.
“Saya mengutus Tom Homan ke Minnesota malam ini. Ia belum pernah terlibat langsung di wilayah itu, tetapi mengenal dan menyukai banyak orang di sana. Tom tegas namun adil, dan akan melapor langsung kepada saya,” tulis Trump di Truth Social.
Trump juga menambahkan bahwa penyelidikan terpisah terkait dugaan penipuan senilai 20 miliar dolar AS (sekitar Rp334,9 triliun) di Minnesota sedang berlangsung dan menyebut kasus tersebut setidaknya turut memicu aksi protes di wilayah tersebut.
Selain itu, Trump mengatakan bahwa Departemen Kehakiman AS dan Kongres tengah menyelidiki dugaan kejahatan keuangan yang melibatkan anggota Kongres Ilhan Omar, yang menurutnya kini memiliki kekayaan lebih dari 44 juta dolar AS (sekitar Rp736 miliar).
Aksi protes massal terhadap petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) terus berlanjut di Minneapolis. Alat berat dikerahkan ke jalan-jalan, sementara para demonstran mendirikan barikade.
Sebelumnya pada Januari, seorang petugas ICE menembak seorang perempuan yang menurut otoritas setempat, berusaha menabrak agen dengan mobilnya saat aksi protes di Minneapolis. Dalam insiden tersebut, petugas mengalami pendarahan internal di bagian tubuhnya, demikian laporan CBS News mengutip pejabat AS.
Pada hari pelantikannya sebagai presiden ke-47 AS, Trump berjanji akan segera menghentikan imigrasi ilegal dan memulai deportasi massal dari AS. Ia juga menetapkan status darurat nasional untuk menangani krisis perbatasan negara tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Petugas imigrasi AS dikepung massa di Minneapolis
Baca juga: Pentagon siapkan 1.500 tentara divisi elit untuk unjuk rasa Minnesota




