BEKASI, KOMPAS.com – Sekelompok pemuda yang tergabung komunitas Generasi Burgeract membersihkan halte bus dan menandai jalan rusak di Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa persoalan perkotaan tidak bisa sepenuhnya diselesaikan oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari masyarakat.
“Bahwa ternyata anak muda ini punya energi yang luar biasa, digunakan untuk sesuatu yang positif. Dan untuk menyelesaikan persoalan kota ini tidak mungkin semuanya diselesaikan oleh pemerintah,” kata Tri Adhianto di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Aksi Generasi Burgeract Pemuda Bekasi, Bersihkan Halte dan Jalan Rusak di Malam Hari
Ia menambahkan, kerja kolektif dan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan kota.
“Bagaimana kerja secara kolektif kolegial ini dilakukan oleh warga masyarakat. Keikutsertaan itu saya kira sangat luar biasa dan kita apresiasi,” ujarnya.
Tri menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif anak muda tersebut dan meminta jajarannya untuk menindaklanjuti.
“Saya tentu apresiasi, ya. Saya sudah minta kepada Kepala Dinas Perhubungan untuk memanggil mereka, lakukan audiensi, kalau perlu nanti ketemu dengan saya,” ujar dia.
Menurut Tri, munculnya kepedulian anak muda terhadap fasilitas umum menjadi sinyal positif bagi kehidupan sosial di Kota Bekasi.
Baca juga: Punya Keresahan yang Sama, Anak Muda Bekasi Bersihkan Halte dan Tandai Jalan Rusak
Di sisi lain, Tri juga menyoroti fenomena sosial di kalangan anak muda yang masih memprihatinkan.
“Di samping hari ini kita juga miris. Masih banyak anak-anak muda yang tawuran, kemudian salah pergaulan narkoba, nongkrong yang enggak perlu, begadang, ya,” katanya.
Sebagai informasi, Generasi Burgeract adalah komunitas yang turun langsung membersihkan halte bus dan melakukan penanganan awal terhadap jalan rusak di Kota Bekasi.
Berdasarkan unggahan di akun Instagram @genburgeract, para anggota komunitas terlihat menyapu dan mengepel lantai halte, membersihkan kaca yang berdebu, merapikan area kursi tunggu, hingga mengumpulkan sampah yang menumpuk selama berhari-hari.
Salah satu anggota Generasi Burgeract, Jaka Prasetyo (29), mengatakan kegiatan pertama mereka dilakukan di Halte Kayuringin pada 10 Januari 2026.
“Siangnya kami survei dulu lihat kondisi halte. Halte itu sering saya lewati karena jalur pulang kerja. Sampahnya penuh, bahkan ada botol minuman yang sudah berhari-hari enggak diambil,” ujar Jaka saat ditemui Kompas.com, Senin (26/1/2026).
Baca juga: JPO Stasiun Bekasi Mulai Dibangun Awal 2026, Dishub Kaji Penutupan Akses Selatan
Menurut Jaka, kondisi halte tersebut dipantau selama beberapa hari.
Karena tidak kunjung dibersihkan, tim akhirnya memutuskan untuk bertindak.
“Kalau cuma sehari mungkin kami pikir belum dibersihin. Tapi kalau sampai hari ketiga masih begitu, berarti memang enggak ada yang bersihin. Akhirnya diputuskan Jumat malam kami eksekusi,” katanya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



