FAJAR, MAKASSAR – Angin segar berhembus ke kubu PSM Makassar menjelang pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026. Mesin gol baru asal Serbia, Luka Cumic, dipastikan bisa dimainkan Juku Eja.
Terdaftarnya nama Cumic di situs resmi I.League menjadi sinyal hijau bagi pelatih Tomas Trucha
untuk menurunkannya dalam laga kandang kontra Semen Padang di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH), Senin (2/2/2026).
Kepastian status Luka Cumic terpantau pada Minggu (25/1/2026). Namanya telah masuk dalam daftar pemain resmi yang dirilis operator Liga, I.League.
Striker muda berusia 24 tahun dengan postur menjulang 190 cm ini akan mengenakan nomor punggung 99.
Kehadiran Cumic tergolong operasi senyap manajemen PSM. Di saat publik disibukkan dengan rumor pengejaran pemain lain, manajemen justru berhasil mengamankan tanda tangan pemain yang memiliki nilai pasar mencapai Rp6,08 miliar ini.
Postur tubuhnya yang atletis diharapkan menjadi solusi instan bagi PSM untuk memenangkan duel udara dan menjadi tembok di lini depan.
Akhir Spekulasi Gervane Kastaneer?
Resminya Luka Cumic bergabung sekaligus memberikan jawaban atas teka-teki transfer PSM belakangan ini.
Sebelumnya, nama Gervane Kastaneer dari Persis Solo santer dikabarkan akan merapat ke Makassar setelah tampil gemilang musim ini.
Meski Kastaneer memiliki catatan impresif dengan koleksi empat gol dan dua assist, kehadiran Cumic tampaknya menggeser prioritas transfer Juku Eja.
Hingga kini Kastaneer masih tercatat sebagai pemain Persis Solo. Di situs I.League namanya juga masih terpampang. Kemungkinan besar, dia dipertahankan.
Seharusnya, bidikan dialihkan untuk mencari bek tangguh pengganti Yuran Fernandes yang mulai rapuh. Yuran sering melakukan blunder fatal dan berujung gol ke gawang PSM.
Jadi, kemungkinan besar saat ini prioritas utama PSM adalah mencari bek asing baru. Diplot menggantikan Yuran yang kabarnya diminati Persebaya. Bernostalgia bersama Bernardo Tavares yang pernah menukangi Pasukan Ramang.
Saat ini nama Alberto Rodriguez mencuat sebagai salah satu buruan PSM. Bek asal Spanyol 32 tahun tersebut akan meninggalkan Mohun Bagan di Liga India dengan status pinjaman. PSM pun berpeluang mendatangkannya.
Perdujian Luka Cumic
Masuknya Luka Cumic ke dalam skuad PSM Makassar membawa beberapa poin analisis teknis dan strategis bagi tim.
Dengan tinggi 190 cm, PSM kemungkinan besar akan kembali ke gaya main klasik: crossing dari sayap yang menargetkan target man.
Cumic diprediksi akan menjadi muara dari umpan-umpan lambung yang selama ini kurang maksimal dieksekusi oleh barisan penyerang lokal maupun asing sebelumnya.
Kiprah Cumic di kompetisi bersama klub lamanya di kompetisi Premijer Liga BiH, Liga Serbia, terbilang tidak terlalu istimewa. Mencetak 4 gol dan 1 assist dari 18 pertandingan.
Di sisi lain, keberhasilan manajemen mendatangkan Cumic tanpa terendus media menunjukkan profesionalisme dalam bernegosiasi. Hal ini penting untuk menghindari “perang harga” dengan klub rival yang seringkali membuat nilai transfer pemain melonjak tidak wajar.
Di usia 24 tahun, Cumic berada pada usia emas pesepak bola. Jika ia mampu beradaptasi cepat dengan iklim sepak bola Indonesia, ia bukan hanya menjadi solusi jangka pendek di putaran kedua, tetapi juga aset berharga yang bisa memberikan keuntungan finansial bagi PSM di masa depan (potensi resale value).
Menghadapi Semen Padang di GBH dengan status sebagai “bomber penyelamat” dan mengenakan nomor punggung besar (99) tentu memberikan tekanan mental tersendiri.
Laga Senin depan akan menjadi pembuktian awal apakah ia adalah missing link yang selama ini dicari atau justru membutuhkan waktu adaptasi lebih lama. (*)



