Kawasan jalur pantura, Kabupaten Demak, Jawa Tengah hingga Semarang, dipenuhi lubang. Diameter dan kedalamannya bervariasi.
Kondisi jalan berlubang dan adanya genangan air—yang menutupi lubang—membuat pengendara harus berhati-hati karena kedalamannya tak terlihat.
Pantauan kumparan pada Selasa (27/1) pukul 06.30 WIB, kondisi jalan berlubang ditemu di sekitar kawasan Trengguli, Kabupaten Demak, hingga area Kaligawe, Semarang atau Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).
Di kawasan Kaligawe, titik lubang terparah berada di depan Unissula. Jumlahnya pun begitu banyak. Selain itu, kondisi jalan yang licin karena dipenuhi air hujan serta pasir dan krikil menambah catatan untuk pengendara yang melintas untuk tetap berhat-hati.
Kondisi jalan yang berlubang dikeluhkan warga. Salah satunya, Kasni, warga Trengguli, Demak. Ia pun berharap pemerintah setempat bisa segera menindaklanjuti dengan melalukan perbaikan.
"Inginnya ya diperbaiki supaya tidak membahayakan," kata Kasni.
Senada, Tri, warga lainnya, juga berharap hal yang sama. "Ada banyak lubang, ya seperti ini kondisinya. Keinginannya ya segera diperbaiki."
Sementara itu, dikutip dari laman Instagram Polres Demak, perbaikan jalur Pantura tengah berlangsung di KM 30+750 sampai 34+800 di area Trengguli, Demak. Pengerjaan perbaikan jalan dimulai sejak 5 Januari 2026 hingga 15 Maret 2026.
Kendaraan pribadi roda empat yang hendak ke Semarang disarankan melalui jalur alternatif, yakni lewat pertigaan Pasar Gajah. Rutenya melewati Gajah, Dempet, dan Wonosalam.
Jalur alternatif lainnya yakni melewati pertigaan Kuncir Trengguli, dengan rute melintasi Kuncir, Mojo, dan pertigaan Ndemung.
Satlantas Polres Demak juga melakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow pada pukul 08.00 WIB sampai 10.00 WIB dan 12.00 WIB sampai 14.00 WIB.
Reporter: Vega Ma’arijil Ula





