Kabin Mobil Berisik? Waspadai Karet Pintu Rusak!

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta - Karet pintu memiliki peranan sangat penting untuk menunjang kenyamanan mobil. Namun komponen yang satu ini memiliki usia pakai tersendiri. Karet pintu berperan untuk meredam benturan keras pintu mobil saat dibuka dan ditutup. 
 
Selain itu ketika hujan turun, karet pintu mobil akan mencegah air hujan masuk ke bagian kabin. Agar tetap bisa bekerja dengan baik, maka harus rutin cek secara berkala. Ada beberapa ciri untuk mendeteksi karet pintu mobil yang sudah tidak bekerja maksimal. 1. Bentuk Berubah Ketika Anda mendapati karet mobil Anda berubah bentuknya, maka harus segera mengganti karet mobilnya. Apalagi jika karet sudah gepeng, harus cepat menggantinya dengan karet yang baru. 2. Kedap Suara Berkurang Jika mendengarkan suara besi yang beradu saat menutup pintu mobil, maka kondisi itu menjadi pertanda bahwa karet sudah tidak layak pakai. Kedap suara dalam mobil akan semakin berkurang dan hal ini membuat pemilik mobil harus segera mengganti karet mobilnya. Baca Juga:
Teknologi Hybrid Sebagai Motor Penjualan Chery di Indonesia 3. Karet Rusak Jika karet mobil dibiarkan dalam kondisi yang rusak, maka bagian kabin tak akan nyaman lagi untuk dipakai dan karet mobil yang rusak akan membuat air hujan masuk ke bagian kabin, sehingga bau apek bisa terjadi di dalam mobil. 4. Terdengar Siulan Akibat Suara Angin Tanda selanjutnya karet mobil rusak yaitu adanya suara siulan yang ditimbulkan dari suara angin yang masuk ke dalam mobil. Suara akan semakin terdengar saat mobil dipacu dalam kecepatan yang sangat tinggi. 5. Saat Hujan Ada Rembesan Air Jika Anda mulai menemukan adanya rembesan air yang masuk ke kabin saat hujan, itu merupakan tanda jelas bahwa karet pintu sudah tidak mampu menahan air dengan baik. Kondisi ini biasanya terjadi akibat karet yang sudah mengendur, robek halus, atau tidak lagi menempel rapat pada rangka pintu. 6. Karet Terasa Keras Karet pintu yang masih layak pakai akan terasa lentur dan empuk saat ditekan. Namun, seiring usia pemakaian dan paparan panas, karet bisa mengeras. Karet yang keras tidak lagi fleksibel sehingga tidak mampu menutup celah dengan baik, membuat suara dari luar lebih mudah masuk dan fungsinya sebagai peredam tidak optimal.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Startup Hypefast Bidik IPO di BEI pada Pertengahan 2027
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Penyaluran BBM Subsidi di Bawah Kuota pada 2025, Negara Hemat Rp 4,9 Triliun
• 13 menit lalukumparan.com
thumb
AC Milan Banjir Kritik Usai Imbang Lawan AS Roma, Fabio Capello: Main Tanpa Pola, Pasti Sulit Kejar Inter di Puncak
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Membandingkan Nilai Pasar Layvin Kurzawa dengan Bintang BRI Super League: Langsung Jadi Pemain Termahal Kedua
• 23 jam lalubola.com
thumb
Komdigi terima 392.000 laporan situs judol dari situs aduankonten.id
• 19 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.