Penulis: Endun
TVRINews, Banjarmasin
Sampah masih menjadi persoalan serius bagi Pemerintah Kota Banjarmasin. Selain mencemari lingkungan, penumpukan sampah turut menjadi salah satu pemicu banjir di sejumlah wilayah kota.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Lingkungan Hidup terus mendorong pengelolaan sampah berbasis hulu, salah satunya melalui pemanfaatan Tempat Pengolahan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, keberadaan TPS 3R dan rumah pilah saat ini mampu mengurangi sampah yang diangkut ke TPA Banjarbakula hingga 70 ton per hari. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah dari sumbernya memiliki dampak signifikan dalam menekan beban tempat pemrosesan akhir.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, menjelaskan bahwa pemilahan dan pengolahan sampah di TPS 3R menjadi langkah penting untuk mengurangi timbulan sampah harian.
“Sampah yang sebelumnya langsung dibuang ke TPA, kini bisa kita manfaatkan kembali melalui pemilahan dan pengolahan. Ini tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Melihat hasil positif tersebut, DLH Banjarmasin kini mengajukan pembangunan TPS Terpadu (TPS-T). Fasilitas ini dirancang untuk menjangkau wilayah lebih luas sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih merata dan optimal.
Alive Yoesfah Love menambahkan bahwa dari total timbulan sampah sekitar 491 ton per hari, pengelolaan melalui 20 TPS 3R dan dua rumah pilah baru mampu mereduksi sekitar 16,7 persen.
“Kami masih memiliki PR besar. Meski 70 ton sampah dapat ditekan setiap hari, angka itu baru sebagian kecil dari total timbulan. Karena itu kami terus mengembangkan fasilitas dan menambah teknologi pengolahan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar TPS 3R masih beroperasi secara manual karena mesin pengolah belum berfungsi optimal.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menurunkan 14 unit mesin pengolah sampah otomatis. Mesin ini diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan serta meningkatkan efisiensi kerja TPS 3R.
“Dengan adanya mesin otomatis, proses pengolahan akan jauh lebih cepat dan konsisten. Kami berharap kapasitas pengurangan sampah bisa meningkat signifikan ke depan,” tambahnya.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memilah sampah dari sumbernya.
“Upaya pemerintah tidak akan maksimal tanpa dukungan warga. Pemilahan sampah dari rumah tangga adalah kunci menciptakan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutup Alive.
Editor: Redaktur TVRINews




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F23%2Fafff18d4cabb1ad5d9d8eed33b389954-FAK_1424.jpg)
