Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, meminta InJourney Destination Management (PT Taman Wisata Candi/ TWC) mengembangkan pariwisata Yogyakarta berbasis ekosistem yang terintegrasi dan kolaboratif.
Arahan tersebut disampaikan Sri Sultan dalam pertemuan bersama Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Senin (26/1).
Usai pertemuan, Febrina Intan mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi InJourney untuk menyelaraskan langkah dengan visi Pemerintah Daerah DIY dalam memperkuat ekosistem pariwisata yang inklusif.
Salah satu poin utama arahan Sri Sultan, kata Febrina, adalah pentingnya menghilangkan sekat-sekat sektoral dalam pengembangan dan promosi pariwisata. Pengelolaan destinasi diminta tidak berjalan secara parsial atau berbasis ego-sistem, melainkan dibangun dalam kerangka ekosistem yang saling terhubung antarwilayah dan antarsektor.
“Pesan khusus beliau yang paling krusial adalah kolaborasi. Kita tidak boleh hanya menonjolkan satu atau dua titik saja seperti Prambanan atau Borobudur. Promosi yang dilakukan harus mengemas seluruh ekosistem yang ada di Yogyakarta secara utuh,” ujar Febrina dalam keterangan resmi yang diterima Pandangan Jogja, Selasa (27/1).
Selain pengembangan destinasi, penguatan ekonomi kerakyatan juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Febrina menyampaikan, InJourney ingin belajar dari Pemda DIY terkait pengelolaan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), salah satunya melalui platform SiBakul.
Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok pariwisata di bawah pengelolaan InJourney Destination Management.
“Kami masih perlu banyak belajar, terutama bagaimana pengembangan UMKM melalui SiBakul bisa kita integrasikan agar manfaat keberadaan destinasi kami benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Febrina.
Febrina juga menjelaskan rencana penguatan calendar of events tahunan. Sejumlah agenda besar, seperti International Wellness Day dan perayaan Satu Suro, akan dikemas dengan narasi yang lebih kuat untuk meningkatkan daya tarik kunjungan wisata.
“Kita ingin wisatawan punya cerita. Jadi tidak sekadar datang, foto, lalu pergi. Kita bangun konektivitas dan narasi agar setiap kunjungan memiliki makna,” jelasnya.
Selain itu, isu konektivitas turut dibahas dalam pertemuan tersebut. InJourney berkomitmen mempermudah akses wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, guna mendukung pemerataan kunjungan ke berbagai destinasi di Yogyakarta dan sekitarnya secara terintegrasi.
Melalui kolaborasi ini, destinasi utama seperti Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko diharapkan dapat berperan sebagai penggerak bagi destinasi lain dalam ekosistem pariwisata DIY, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai lokal.
Dalam pertemuan tersebut, Sri Sultan didampingi Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Administrasi Umum Srie Nurkyatsiwie, Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana, Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi, serta Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara.



