Sindikat Love Scamming di Kemayoran Jakpus Dibongkar Imigrasi, 5 WNA Diciduk

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat mengamankan lima Warga Negara Asing (WNA) yang diduga kuat terlibat dalam aktivitas jaringan penipuan Internasional secara daring serta melakukan pelanggaran Keimigrasian.

Penangkapan dilakukan di salah satu Apartemen di wilayah Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada hari Selasa, 20 Januari 2026, saat petugas Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat melakukan kegiatan Pengawasan Keimigrasian.

Advertisement

BACA JUGA: Terungkap Modus Licik 3 Orang di Jepon Blora Lucuti Perhiasan Emak-Emak Pakai Hipnotis

Hal ini juga sekaligus menindaklanjuti atas informasi dari masyarakat terkait keberadaan dan aktivitas orang asing yang mengganggu di Wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat.

Kelima WNA yang diamankan merupakan berkewarganegaraan Nigeria dengan masing-masing berinisial CA (29), JCA (38), CFN (23), CCO (22) dan CO (32). Sementara dari hasil pemeriksaan awal ditemukan dugaan pelanggaran Keimigrasian yang dilakukan yaitu keberadaan melebihi batas waktu izin tinggal (overstay) di Indonesia, serta tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan atau izin tinggal.

Saat ini, Penyidik Kantor Imigrasi Jakarta Pusat masih menjalani pemeriksaan lanjutan dan melakukan pengembangan terhadap ke 5 (lima) WN Nigeria selama berada di Indonesia.

Diketahui mereka telah melakukan kegiatan penipuan dengan modus Love Scamming melalui Aplikasi Facebook dan media sosial lainnya dengan merayu Korban Wanita dari berbagai Negara diantaranya Srilanka, Jamaika, India dan Amerika. Adapun mereka mendapatkan hasil dari penipuan tersebut sekitar 400–500 US Dollar setiap korbannya.

Selain itu, mereka juga melakukan penipuan mengatasnamakan ekspedisi dengan modus sebagai kurir ekspedisi Internasional dengan cara pelaku terlebih dahulu memperoleh kontak dan alamat korban dari rekannya di Afrika, pelaku kemudian menghubungi korban berbagai mancanegara melalui WhatsApp dan mengaku sebagai pihak ekspedisi.

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Digital, Target 40 Daerah Tahun Ini
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Blak-blakan! Ahok ke Jaksa Sidang Kasus Minyak: Banyak Bisa Ditangkepin Kalau Bapak Mau!
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Viral Guru di Tangsel Dilaporkan karena Tegur Murid, Polisi: Hak Masyarakat!
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Jawaban Ahok soal Riza Chalid Intervensi Penyewaan Terminal BBM oleh Pertamina: Sekuat Apa Sih?
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
“Trump Masuk Markas Globalisme: Dua Hari di Davos yang Mengubah Arktik dan Mengancam Tatanan Dunia”
• 6 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.