Barbershop modern kian menjamur. Meski demikian, eksistensi tukang cukur ‘tradisional’, termasuk tukang cukur asli Garut alias Asgar, tak mati dimakan zaman.
Salah satunya Andri (39 tahun) yang merupakan pemilik kedai Pangkas Rambut Asgar Yana di Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur. Sebagai perantau dari Garut, Jawa Barat, ia sudah memulai bisnisnya di Jakarta sejak 5 tahun lalu.
Meski barbershop modern kian banyak, Andri mengaku bisnisnya masih ramai pelanggan.
“Masih (ramai) alhamdulillah, ngandelin langganan. Semua kalangan, alhamdulillah banyak, per hari enggak tentu tapi 10-15 mah ada,” cerita Andri kepada kumparan.
Walau demikian, ia tak memungkiri keberadaan barbershop modern juga menjadi tantangan baginya sebagai tukang cukur Asgar.
“Ngaruh juga, kan jadi kebagi-bagi pelanggan. Ada (yang beralih), banyak, tapi banyak juga (pelanggan) yang baru-baru,” ujarnya.
Dalam kesehariannya, Andri memperoleh pendapatan berbeda pada hari kerja dengan hari libur. Karena hari libur ramai, pendapatan yang ia kantongi bisa mencapai Rp 800.000 per hari. Sementara saat hari kerja, jika sangat sepi, pendapatannya bisa hanya sekitar Rp 80.000 per hari.
Di kedai miliknya, Andri juga mematok harga yang cukup murah. Mulai dari Rp 20 ribu untuk cukur rambut dewasa dan Rp 30 ribu untuk botak licin. Selain itu terdapat pula jasa cukur dan semir seharga Rp 70.000.
Untuk jasa termurah, Andri juga menyediakan cukur kumis dan jenggot yang hanya dipatok dengan harga Rp 10.000. Kali ini, kumparan pun menjajal jasa tersebut dan hasilnya sangat rapih.
Masih di daerah yang sama, kumparan juga menghampiri Pangkas Rambut Asli Garut milik Mudi (46) tahun yang sudah 15 tahun lebih menjalani bisnis. Uniknya, di kedai milik Mudi disediakan pendingin ruangan (AC) seperti standar barbershop modern.
“Dari awal pakai AC, memang (ini) pangkas (biasa) cuma kita mau bikin nyaman lah. Karena dari model bangunannya pendek, kalau pakai kipas terlalu deket sama kepala, yaudah pakai AC aja biar lebih nyaman, biar enak,” ujarnya.
Walau menggunakan AC, harga yang dipatok untuk jasa mencukur di kedai milik Mudi juga masih terjangkau. Untuk cukur rambut dewasa dikenakan Rp 25.000, anak-anak Rp 20.000 dan botak licin Rp 30.000. Sementara yang paling murah, terdapat cukur jenggot hanya dengan Rp 10.000.
“Ada aja (yang cukur jenggot), cuma enggak banyak, botak licin juga ada aja, cuma agak beda (harganya), karena kita keluarin modal (usahanya) lebih susah,” kata Mudi.
Dalam kesehariannya, ia juga mengakui hari libur lebih ramai ketimbang hari kerja. Di hari libur Sabtu-Minggu, ia bisa mendapatkan pendapatan hingga Rp 1 juta per hari. Sementara di hari kerja, pendapatannya ada di kisaran Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu per hari.
Soal keberadaan banyak barbershop modern, Mudi mengakui memang hal itu menjadi tantangan. Menurutnya lebih banyak anak muda yang memilih barbershop modern.
“Mungkin (anak muda) lebih menarik ke barbershop daripada ke pangkas (Asgar), apalagi (di Asgar) usia-usia sudah lanjut, kaya saya sudah 40 tahun ke atas. Kadang anak muda usia 20 tahunan, belasan tahun enggak mau cukur jadul-jadul (tukang cukurnya) sudah tua,” cerita Mudi.
Selain itu, persaingan lain yang ia lihat adalah dari segi layanan dan promo. Ia melihat barbershop modern kerap memiliki promo yang menarik. Sementara dari segi layanan, barbershop modern lebih memiliki banyak layanan.
“Kan treatment (barbershop) ada yang mewarnai (rambut), perming, keramas, di sini kan cukur doang sudah, kita enggak ada promo apapun juga, kita juga enggak jual pomade, apa powder dan sebagainya,” ujarnya.





