Lukisan Tertua Berusia 67.800 Tahun Ditemukan di Indonesia, Ini Faktanya!

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA— Lukisan tertua di dunia berusia 67.800 tahun ditemukan di Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.

Temuan ini berupa seni cadas cap tangan manusia yang diungkap tim kolaborasi internasional dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Griffith University, dan Southern Cross University, Australia.

Penemuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature dengan judul “Rock art from at least 67,800 years ago in Sulawesi”.

Peneliti Pusat Riset Arkeometri BRIN Adhi Agus Oktaviana menyatakan, usia minimum seni cadas Pulau Muna ini lebih tua 16,6 ribu tahun dibandingkan seni cadas Maros–Pangkep yang ditemukan sebelumnya.

“Seni cadas ini juga 1,1 ribu tahun lebih tua dibandingkan cap tangan dari Spanyol yang sebelumnya dikaitkan dengan Neanderthal dan selama ini dianggap sebagai seni gua tertua di dunia,” kata Adhi dikutip dari laman resmi BRIN pada Senin (26/1/2026).

Sebelumnya, dikutip dari LiveScience, pada Mei 2025 tim peneliti dari Universidad Complutense de Madrid bersama National Research Center on Human Evolution (CENIEH) Spanyol melaporkan temuan batu berbentuk menyerupai wajah yang menyimpan jejak merah yang diduga sebagai sidik jari manusia tertua.

Baca Juga

  • Lukisan Gua Tertua di Dunia Ditemukan di Indonesia, Fadli Zon: Bisa Ubah Sejarah Manusia
  • Aktivis Lempar Cat ke Lukisan Christopher Columbus Berusia 133 Tahun
  • Arti Lukisan Raden Saleh yang Muncul di Video Jin BTS Don't Say You Love Me

Berusia sekitar 43.000 tahun, tanda dari mineral oker tersebut dianggap sebagai salah satu objek simbolik paling awal yang ditemukan di Eropa.

Para peneliti menyimpulkan jejak merah itu kemungkinan dibuat secara sengaja oleh Neanderthal, kerabat terdekat manusia modern yang telah punah sekitar 40.000 tahun lalu.

Adhi menjelaskan penentuan usia seni cadas di Leang Metanduno dilakukan dengan teknik penanggalan laser-ablation uranium-series (LA–U-series) pada lapisan kalsit mikroskopis yang menutupi lukisan gua. Hasil analisis menunjukkan umur 71,6 ± 3,8 ribu tahun, yang memberikan batas usia minimum sebesar 67,8 ribu tahun bagi cap tangan tersebut.

Adhi menambahkan penemuan ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat penting dalam sejarah awal seni simbolik dan penjelajahan laut manusia modern.

Temuan ini disebut sebagai seni cadas tertua yang pernah tertanggal secara andal, sekaligus menjadi bukti bahwa manusia telah menyeberangi laut secara sengaja sejak hampir 70.000 tahun lalu.

Temuan tersebut juga menegaskan Wallacea bukan hanya jalur migrasi menuju Australia, melainkan ruang hidup utama bagi manusia modern awal.

“Sangat mungkin pembuat lukisan ini merupakan bagian dari populasi yang kemudian menyebar lebih jauh ke timur dan akhirnya mencapai Australia,” kata Adhi.

Lebih lanjut temuan ini memperkuat model kronologi panjang yang menyatakan manusia telah mencapai daratan Sahul (Australia–Papua) setidaknya sekitar 65.000 tahun lalu.

“Penemuan ini memberikan dukungan kuat bahwa leluhur masyarakat Aborigin Australia telah berada di Sahul pada atau sebelum 65.000 tahun yang lalu,” tambah Adhi.

Penelitian ini juga memberikan bukti tertua keberadaan manusia modern di jalur migrasi utara menuju Sahul, yang melibatkan penjelajahan laut antara Kalimantan (Borneo) dan Papua, wilayah yang hingga kini masih relatif kurang dieksplorasi secara arkeologis.

Salah satu peneliti utama, Maxime Aubert, menyatakan temuan ini menunjukkan Sulawesi merupakan salah satu pusat budaya artistik tertua dan paling berkelanjutan di dunia, dengan akar dari fase paling awal hunian manusia di kawasan tersebut.

Sementara itu, Adam Brumm dari Australian Research Centre for Human Evolution (ARCHE), Griffith University, menyampaikan cap tangan di Pulau Muna memiliki ciri unik secara global, dengan modifikasi yang mempersempit bentuk jari sehingga menyerupai cakar (narrow finger), mencerminkan ekspresi simbolik yang matang. Menurutnya, makna simbolik dari penyempitan bentuk jari ini masih bersifat spekulatif.

“Namun, seni ini bisa saja melambangkan gagasan manusia dan hewan memiliki hubungan yang sangat erat. Hal tersebut sudah mulai terlihat dalam seni lukis paling awal di Sulawesi, termasuk setidaknya satu adegan yang kami tafsirkan sebagai representasi makhluk setengah manusia dan setengah hewan,” katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026
• 21 jam lalumerahputih.com
thumb
Istri Ariyanto Bakri Tak Bersedia Jadi Saksi Suaminya Terkait Suap Hakim Vonis Lepas CPO
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Jaksa Cecar Kepala Pajak GoTo soal Lonjakan Nilai Saham Nadiem Makarim
• 15 jam laludetik.com
thumb
Zhongnanhai Sedang Dilanda Kekacauan, Hasil Perebutan Kekuasaan antara Xi Jinping dan Zhang Youxia Memicu Spekulasi dari Berbagai Pihak
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Bos GOTO Masih Bungkam soal Merger dengan Grab, KPPU Sebut Belum Dihubungi
• 17 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.