BGN: Mitra SPPG Harus Memberdayakan Kantin di Sekolah Penerima MBG

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta mitra Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) memberdayakan kantin-kantin sekolah, pedagang bakso, dan makanan kecil di sekolah penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Mitra SPPG diminta memberdayakan pelaku UMKM tersebut dengan memberikan order untuk membuat roti, kue-kue, bakso segar rumahan, nugget segar rumahan, dan makanan lainnya untuk dipasok ke SPPG.

BACA JUGA: Ahok Sebut MyPertamina Menjanjikan Keuntungan Luar Biasa, tetapi Ditolak Kesultanan

Seorang anak penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: dokumentasi BGN

Jika selama ini muncul cerita bahwa kantin-kantin sekolah penerima MBG menjadi sepi, tukang bakso dan makanan kecil jadi tidak laku setelah ada program MBG, maka tugas mitra SPPG adalah memberdayakan mereka.

BACA JUGA: Motif Menantu Perempuan Bunuh Mertua di Blitar Terjawab

"Kepada para mitra SPPG, yang mengeluh kantinnya mati, tolong order roti dan sebagainya, bisa bakso, bisa nugget, ke kantin-kantin sekolah. Sertakan orang tua murid untuk membuat," kata Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang.

Nanik menegaskan kewajiban mitra SPPG untuk merangkul dan memberdayakan penjual makanan di sekolah-sekolah penerima manfaat MBG itu saat memberikan arahan dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), Kasatpel (Kepala Satuan Pelayanan), Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG di Bondowoso dan Situbondo, di kota Bondowoso, Jawa Timur, Senin, (26/1 2/2026).

Menurut Nanik, merangkul dan memberdayakan penjual makanan di sekitar sekolah penerima manfaat MBG, sesungguhnya adalah amanat presiden yang tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 115 tahun 2025.

Dalam pasal 38 Perpres nomor 115 itu ditekankan bahwa penyelenggaraan MBG memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dan pelibatan usaha mikro, usaha kecil, perseroan perorangan, koperasi, koperasi desa/kelurahan merah putih, dan BUMDesa.

Dalam upaya memberdayakan para penjual makanan di sekitar sekolah penerima manfaat MBG, mitra bisa bekerja sama dengan pengawas gizi di setiap SPPG.

Pengawas gizi akan mengawasi, melatih, dan memberikan panduan tentang standarisasi gizi, cara pengolahan bahan pangan yang sehat, dan memenuhi kebutuhan gizi, serta higienitas.

"Bisa jadi orderan bahan makanan untuk SPPG ini omzetnya lebih besar dari pada kalau dia jualan seperti biasa," ucap Nanik.

Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk pelaksanaan program MBG ini juga meminta para mitra tidak terlalu berorientasi bisnis.

Dia meminta mitra lebih peka dan memberikan perhatian kepada sekolah-sekolah penerima manfaat. Misalnya, jika ada sekolah yang tidak punya WC, atau tidak punya wastafel, mereka bisa membuatkannya, atau bila atap sekolah bocor, mereka pun bisa membantu memperbaiki.

Mitra SPPG juga perlu memberikan perhatian kepada para guru, guru-guru honorer, maupun tenaga pendidik di sekolah-sekolah penerima manfaat.

"Anda bisa membelikan sarung atau mukena, untuk guru-guru, atau untuk orang tua siswa yang tidak mampu. Itu semua menjadi sedekah jariyah anda semua," ujar mantan wartawan senior itu.(*/jpnn.com)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : M. Fathra Nazrul Islam, M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi Putar Otak Hadapi Bencana Longsor Cisarua, sang Gubernur Bakal Ubah Lahan yang Tertimbun Jadi Hutan
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Rupiah Menguat ke Rp16.732 per Dolar AS pada Pembukaan Hari Ini
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
DPRD Kabupaten Bekasi Kecipratan Suap Ijon Proyek, KPK Bikin Klaster Penerima
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Update Transer MU: Bintang Chelsea Cole Palmer Ingin Membelot ke MU karena Alasan Masa Kecil, Meite Masuk Radar
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
KPK Gunakan AI untuk Periksa LHKPN pada 2025
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.