Pabrik Sandal Swallow Terbakar, Sudah 15 Jam Api Belum Bisa Dipadamkan

kompas.id
11 jam lalu
Cover Berita

MEDAN, KOMPAS – Pabrik sandal swallow milik PT Garuda Mas Perkasa terbakar di Medan, Sumatera Utara. Pabrik tersebut mulai terbakar pada Selasa sekitar pukul 22.00 WIB dan belum bisa dipadamkan hingga Rabu (28/1/2026), pukul 13.00. Tidak ada laporan korban jiwa akibat kebakaran tersebut.

Pantauan Kompas, api masih membumbung tinggi di pabrik yang berada di Jalan KL Yos Sudarso itu. Bau menyengat dari karet terbakar menyebar di sekitar lokasi pabrik. Petugas pemadam kebakaran masih terus berupaya memadamkan api yang melahap hampir semua gedung pabrik di lahan seluas sekitar 200 meter x 100 meter tersebut.

Para pekerja juga sibuk memindahkan bahan baku karet ke dalam peti kemas. Truk-truk peti kemas mengangkut baha baku keluar dari kawasan pabrik. Bahan baku berupa lembaran-lembaran karet dan kemasan goni tampak masih menumpuk di halaman pabrik di dekat api. Warga memadati jalan di sekitar pabrik sehingga petugas kesulitan melakukan pemadaman.

 “Api masih belum bisa dipadamkan karena bahan baku karet yang mudah terbakar masih menumpuk hampir di semua gedung pabrik,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemko Medan Wandro Abadi Agnellus Malau.

Wandro menyebut, api sempat reda pada Rabu pagi. Namun, menjelang siang, api kembali membumbung tinggi. Petugas pemadam kebakaran hanya bisa menyiram api yang berada di sisi luar pabrik. Petugas tidak bisa menjangkau bagian dalam pabrik karena api sangat besar.

“Petugas sangat berisiko jika harus masuk ke dalam. Semua bahan karet yang mudah terbakar memenuhi lokasi pabrik dari ujung ke ujung,” katanya.

Wandro mengatakan, tidak ada laporan korban jiwa atau korban yang terjebak akibat kebakaran tersebut. Hanya ada dua pekerja yang mengalami luka ringan di pelipis.

Wandro mengatakan, mereka belum tahu apa penyebab kebakaran. Pada Selasa malam, terdengar beberapa kali ledakan dari pabrik setelah kebakaran terjadi.

Manajer Sumber Daya Manusia (HRD) PT Garuda Mas Perkasa Maya Novianti mengatakan, kebakaran terjadi saat istirahat kerja sekitar pukul 22.00.  “Saat kejadian, yang masuk itu pekerja di shift dua saat jam istirahat. Saat kebakaran, karyawan sudah pada keluar,” kata Maya.k

Baca JugaKebakaran Tahun Baru di Resor Alpen Swiss, Manajer Bar Terancam Pidana

Maya mengatakan, mereka punya 255 karyawan dan saat kebakaran ada sekitar 70 orang yang sedang masuk kerja. Banyak karyawan yang belum masuk karena beberapa mesin pabrik mereka belum beroperasi karena rusak akibat terendam banjir pada November 2025.

Maya menyebut, tidak ada korban jiwa akibat kebakaran sebagaimana beredar di media sosial. “Kami melihat di media sosial ada informasi menyebut korban jiwa puluhan orang. Kami pastikan sampai sekarang tidak ada korban jiwa,” katanya.

Maya mengaku, mereka juga tidak mengetahui asal mula api dan penyebab kebakaran tersebut. Perusahaan berfokus menyelamatkan para pekerja dan memadamkan api.

Kepala Kepolisian Sektor Medan Labuhan Komisaris Tohap Sibuea mengatakan, mereka masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Berdasarkan pemeriksaan beberapa saksi yang merupakan karyawan di pabrik, api berawal dari gudang penyimpanan bahan baku.

“Saksi-saksi menyebut mereka awalnya melihat asap hitam mengepul dari gudang penyimpanan bahan baku. Api lalu menyebar ke bagian gedung lain di kawasan pabrik itu,” kata Tohap.

Tohap mengatakan, tim laboratorium forensik akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kebakaran pabrik.

Baca JugaKebakaran Panti Jompo di Manado Tewaskan 16 Orang Lansia, Fasilitas Keamanan Dipertanyakan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lima Terdakwa Korupsi Sampah DLH Tangsel Dituntut 10-14 Tahun Penjara!
• 1 jam laludisway.id
thumb
MSCI Umumkan Hasil Penilaian Perhitungan Free Float Indonesia, Ini Poin-poinnya
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
China Cari Jalan Keluar, Indonesia Masuk Radar Hub Otomotif Global
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Karena Dusan Lagator, PSM Makassar Berpeluang Memboyong Kembali Asnawi Mangkualam
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Kemenag Ajukan Rp5,87 Triliun untuk Pastikan Pembayaran Tunjangan Guru dan Dosen 2026
• 29 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.