Besok! Danantara Bahas Rencana Ambil Alih Kelola Tambang Emas Martabe

cnbcindonesia.com
14 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani saat ditemui di Istana Negara, Kamis (20/11/2025). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani buka suara mengenai rencana pembentukan BUMN baru, untuk mengelola salah satu izin tambang yang dicabut pascabencana di Sumatra.

Perusahaan plat merah itu bernama Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), yang disebut akan mengambil alih pengelolaan tambang emas Martabe di Sumatra Utara dari PT Agincourt Resources.

Menurutnya, hal itu akan dirapatkan besok, Kamis (29/1/2026), di Kantor Danantara, Jakarta.


"Saya kan baru meeting besok," kata Rosan, di Istana Negara, Rabu (28/1/2026).

Menurut Rosan, dalam rapat itu akan membahas dampak para pekerja pasca pencabutan izin usaha 28 perusahaan di sektor perhutanan dan pertambangan itu.

"Dari kami untuk memastikan juga perusahaan itu kondisinya tuh seperti apa gitu kan. Kan mereka ada yang bekerja juga di situ, jadi kita lihat," kata Rosan.

"Jadi yang pasti kita akan tindaklanjuti itu semua, tapi ya langkah-langkahnya kita baru meeting besok nih, jam 8 pagi sama Pak Menko, dengan semuanya lah," kata Rosan.

Lebih lanjut, Rosan masih belum mau membeberkan perusahaan BUMN mana yang akan menerima izin usaha yang dicabut Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) tersebut.

"Ya sudah ada nama, tapi kan belum bisa saya ucapin. Nanti kita mau rapatin dulu soalnya besok pagi jam 8 ya," kata Rosan.

Sebelumnya, kabar pembentukan Perminas diungkapkan COO Danantara Dony Oskaria.

"Ke Perminas. Jadi ada Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) yang baru kami bentuk," kata Dony, dikutip dari CNNIndonesia, Rabu (28/1/2026).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sempat mengungkapkan tindak lanjut pengelolaan izin usaha 28 perusahaan yang dicabut buntut dari bencana di Sumatra. Rencananya izin itu akan dialihkan kepada perusahaan pelat merah yang membidangi sektor kehutanan dan tambang.

Salah satu izin usaha pertambangan (IUP) yang dicabut adalah tambang emas Martabe milik PT Agincourt Resources (PTAS) yang berlokasi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senin (26/1/2026), Prasetyo mengatakan pengelolaan wilayah usaha ini nantinya akan diserahkan kepada Badan Pengelola Investasi Danantara, jika proses administrasi pencabutan sudah selesai.

"Berkaitan siapa yang akan mengelola ke depan terhadap lahan atau jenis usaha yang dicabut negara, maka pengelolaannya akan diserahkan kepada Danantara. Di mana Danantara telah menunjuk perusahaan PT Perhutani untuk nantinya mengelola, mengelola lahan atau kegiatan ekonomi dari berarti dari 22 perusahaan kalau yang Perhutani," kata Prasetyo.

"Karena kalau yang izin tambang itu diserahkan kepada Antam atau MIND ID," tambahnya.

Seperti diketahui pemerintah telah mengumumkan pencabutan Izin 28 perusahaan yang terindikasi melakukan kerusakan di wilayah Sumatra, Selasa (20/1/2026) di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta.

28 perusahaan itu terdiri dari 22 perusahaan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) hutan alam dan hutan tanaman seluas 1.010.592 hektare. Selain itu juga 6 perusahaan di bidang tambang, perkebunan, dan Perizinan Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (PBPHHK).

Baca: Sstt.. Tambang Emas Martabe Akan Dialihkan ke BUMN Baru: Perminas?

(wia)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Manfaatkan Momen Lonjakan Harga Emas, Antam Rilis Produk Baru

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jelang Keputusan The Fed, Harga Bitcoin (BTC) Mencoba Naik ke US$90.000
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bukan Perombakan Kabinet, Mensesneg: Reshuffle untuk Isi Kekosongan Posisi Wamenkeu
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Qodari: Imlek Nasional 2026 Sejalan Visi Presiden Prabowo soal Kemajemukan
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Potret Rumah Pedagang Es Gabus yang Dituduh Pakai Spons, Atap Ambruk dan Penuh Puing
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Konsesi Tambang Dinilai Picu Perdebatan di Internal Muhammadiyah dan NU
• 18 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.