Pencarian para korban longsor Cisarua, Bandung Barat, masih berlangsung. Longsor terjadi diduga akibat runtuhnya "mahkota" di Gunung Burangbang.
Dari citra yang ditangkap TNI AU, tampak jelas longsoran menganga di Gunung Burangbang. Tanah merah hingga lumpur seperti membelah hijaunya gunung.
TNI AU memang mengerahkan drone Avia Hybrid untuk memantau area terdampak longsor di Cisarua Bandung Barat.
Pusat Geospasial TNI Angkatan Udara (Pusgeosau) mengerahkan drone Avia Hybrid untuk memantau wilayah terdampak tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (27/1/2026).
Drone digunakan untuk mengumpulkan data geospasial dan menghasilkan citra udara beresolusi tinggi, terutama di area longsoran yang sulit dijangkau dan berisiko bagi personel di lapangan.
"Data hasil pemantauan udara dimanfaatkan untuk mendukung pencarian korban, operasi SAR, penanganan darurat, serta identifikasi jalur evakuasi dan infrastruktur terdampak," kata Kapusgeosau Marsda TNI Ferdinand Roring dikutip dari akun instagram resmi TNI AU, @militerudara, Kamis (29/1).
Keterlibatan TNI AU dalam pemantauan ini merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam mendukung bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam.
Soal mahkota longsor ini sempat dijelaskan Kepala Basarnas Masydya M Syafii di Komisi V DPR RI. Syafii menyebut, "mahkota longsor" di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, berasal dari Gunung Burangrang. Menurutnya, ada dua mahkota longsor yang ditemukan.
"Kami izin sampaikan bahwa awalnya kami men-detect adalah satu puncak titik dari pusat longsor yang kami sebut adalah 'mahkota longsor'. Dari titik mahkota longsor sampai dampak longsoran yang terbawah ini mencapai 2.009 meter," ucap Syafii dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Kamis (27/1).
"Ternyata mahkota longsor tidak di ketinggian itu sebenarnya awalnya. Jadi di puncak Gunung Burangrang itu ternyata ada mahkota yang pertama. Ternyata dari longsoran ini menciptakan longsoran kedua dengan mahkota itulah. Jadi langsung menimpa dalam bukit yang besar ini dan berdampak seperti ini" ucap Syafii.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487427/original/084822600_1769664735-Screenshot_2026-01-29_122027.png)

