CEBU, KOMPAS.TV — Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro menyerukan agar ASEAN tetap teguh pada aturan hukum, meski kawasan ini tengah menghadapi tindakan sepihak yang mengancam tatanan global, Kamis (29/1/2026).
“Negara-negara Asia Tenggara harus teguh menjaga pengekangan dan mematuhi hukum internasional karena tindakan agresi di seluruh Asia dan tindakan sepihak di tempat lain di dunia yang mengancam tatanan global yang berdasarkan aturan,” ujarnya dalam ASEAN Foreign Minister Retreat di Cebu, Filipina.
Namun Menlu Lazaro tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kekhawatiran geopolitik yang ia sampaikan di hadapan para mitranya di ASEAN tersebut.
Para Menteri Luar Negeri negara-negara ASEAN mengadakan pertemuan tertutup besar pertama tahun ini di Kota Cebu, Filipina.
Beberapa negara anggota ASEAN telah menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan rahasia AS yang mengakibatkan penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro atas perintah Presiden AS Donald Trump. Sikap agresif Tiongkok yang semakin intensif terhadap Taiwan dan di Laut China Selatan yang disengketakan juga telah mengganggu kawasan ini selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Menlu Malaysia Minta ASEAN Bertindak Aktif Bereskan Sengketa Perbatasan Thailand-Kamboja
Sementara itu, untuk menegur AS dan China yang merupakan mitra dagang dan pertahanan terbesar negara-negara ASEAN, telah menjadi dilema dan tantangan diplomasi yang berat.
“Di seluruh kawasan kita, kita terus melihat ketegangan di laut, konflik internal yang berkepanjangan, dan masalah perbatasan dan kemanusiaan yang belum terselesaikan,” kata Lazaro dalam pidato pembukaannya di hadapan para mitranya di ASEAN.
“Pada saat yang sama, perkembangan di luar Asia Tenggara, termasuk tindakan unilateral yang membawa efektivitas lintas kawasan, terus mempengaruhi stabilitas regional dan mengikis institusi multilateral serta tatanan internasional berdasarkan aturan,” katanya seperti dikutip dari The Associated Press.
“Realitas ini menggarisbawahi pentingnya prinsip-prinsip ASEAN yang telah lama dihormati, yaitu menahan diri, dialog, dan kepatuhan terhadap hukum internasional dalam upaya menjaga perdamaian dan stabilitas bagi rakyat kita,” ucapnya.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti
Sumber : The Associated Press
- pertemuan menlu asean
- persatuan asean
- cebu
- filipina
- Theresa Lazaro




