GenPI.co - Jerman memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi negara tahun ini.
Penurunan proyeksi ini mencerminkan laju pemulihan ekonomi terbesar di Eropa itu yang dinilai lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.
Menteri Perekonomian Katherina Reiche mengatakan pemerintah Kanselir Friedrich Merz kini memperkirakan produk domestik bruto (PDB) Jerman akan tumbuh sekitar 1 persen tahun ini dan 1,3 persen pada 2027.
Pada Oktober 2025, pemerintah masih memproyeksikan pertumbuhan yang lebih tinggi, masing-masing sebesar 1,3 persen dan 1,4 persen.
Perekonomian Jerman kembali mencatat pertumbuhan moderat sebesar 0,2 persen tahun lalu, setelah mengalami penyusutan selama dua tahun berturut-turut.
Koalisi pemerintahan Merz mulai menjabat pada Mei 2025, dengan revitalisasi ekonomi sebagai salah satu prioritas utama.
Sejak berkuasa, pemerintahan Merz meluncurkan sejumlah program untuk mendorong investasi.
Merz menyiapkan dana senilai 500 miliar euro yang akan digelontorkan selama 12 tahun ke depan guna memperbarui infrastruktur Jerman yang dinilai sudah menua.
Pemerintah juga membuka jalan bagi peningkatan belanja pertahanan, subsidi harga energi bagi industri berat, mengurangi birokrasi, dan mempercepat digitalisasi.
"Langkah-langkah kebijakan keuangan dan ekonomi memang tidak terwujud sejauh yang kami asumsikan," kata Reiche, dilansir AP News, Rabu (28/1).
Meski demikian, Reiche menilai masih ada pemulihan yang jelas.
Selama bertahun-tahun, Jerman memperluas ekspor dan mendominasi perdagangan global dalam produk rekayasa seperti mesin industri serta mobil mewah.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, negara ini menghadapi meningkatnya persaingan, melonjaknya biaya energi, dan ancaman perdagangan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (*)
Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?





