Tak Cari Untung, Pemasok Jual Es Gabus Rp 500 per Buah ke Suderajat

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com – Nursami, pemilik pabrik rumahan es gabus, menjelaskan harga satuan es gabus yang dijualnya, termasuk kepada Suderajat (49), pedagang yang sempat dituduh aparat, hanya sebesar Rp 500 per buah.

“Itu kan (es gabus) harganya murah juga, dari saya Rp 500 satunya, kan yang dapat untung gede dari yang jualan,” kata Nursami saat ditemui di dekat pabriknya di Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (29/1/2026).

Ia bercerita, pekerjaannya membuat es gabus salah satunya sekadar untuk mengisi waktu sekaligus membantu pedagang mencari nafkah.

Baca juga: Bukan dari Spons, Apa Saja Bahan-bahan untuk Bikin Es Gabus?

Satu kali produksi, Nursami membutuhkan waktu seharian untuk membuat ratusan buah es gabus yang nantinya dibeli oleh para pedagang keliling, termasuk Suderajat.

“Paling lima orang (langganannya), enggak usah banyak-banyak lah, soalnya capeknya setengah mati bikin kayak gitu,” ungkap Nursami.

“Enggak bisa dinyatakan berapa lama (waktu masaknya), pokoknya lama karena kayak harus telaten,” tambahnya.

Proses pembuatan es gabus disebut melelahkan, mulai dari mengaduk bahan-bahan, merebus air, mencetak, mendinginkan, hingga memotong dan membungkusnya dengan plastik.

Seluruh proses produksi dijalani dengan mengandalkan beberapa bahan dasar sederhana.

“Pembuatannya dari sagu aren, vanili, gula pasir, garam, pasta pisang ambon, dan pewarna makanan. Sudah kayak gitu,” terangnya.

Karena itu, Nursami membantah tudingan aparat yang menyebut barang dagangan Suderajat mengandung spons.

Menurut dia, hal itu tidak mungkin karena harga spons lebih mahal dari modal yang dikeluarkan Nursami.

Baca juga: Es Gabus Dituding dari Busa, Produsen: Spons Lebih Mahal dari Sagu Aren!

“Enggak ada lah (kandungan spons), spons-nya lebih mahal daripada sagu aren,” jelasnya.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com di pabrik rumahan es gabus, tampilan luar rumah berbentuk kontrakan bercat biru tua. Pagar besi rumah terlihat dibuka, menampilkan sejumlah peralatan produksi di teras.

Tampak baskom berisi cetakan es berbahan plastik dengan variasi warna berbeda, serta sebuah keranjang persegi yang disusun di sisi depan pintu masuk. Sekitar 2–3 tas boks kosong yang nantinya bisa diisi es gabus atau es kue juga terlihat di atas meja kayu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di luar itu, tidak tampak aktivitas produksi di dalam rumah kontrakan saat Kompas.com berkunjung.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Hanguskan Rumah di Jagakarsa Jaksel, Seorang Wanita Tewas
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Polisi Ungkap Peredaran Ganja Antarprovinsi di Kemayoran, Empat Tersangka Diamankan
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Minum Teh Setelah Makan? Ini Jeda Waktu yang Disarankan Ahli
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Horor di Daan Mogot, Banjir dan Macet Menyatu Uji Kesabaran Warga
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Nilai TKA Masuk Penilaian Jalur SNBP
• 23 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.