Gus Yahya Ungkap Alasan Prabowo dan Rais Aam Tak Hadir dalam Harlah 100 Tahun NU

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menjelaskan alasan ketidakhadiran Presiden Prabowo Subianto, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, serta Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Syaifulah Yusuf dalam peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama (NU).

Gus Yahya, sapaan Yahya Cholil Staquf, mengatakan sehari sebelum acara peringatan PBNU telah melakukan koordinasi teknis dengan berbagai pihak terkait untuk kehadiran Presiden, seperti Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan protokol Istana.

Baca Juga :
PBNU Luncurkan NU Harvest Maslaha, Gus Yahya: Investasi Syariah Jaga Amanah
Gus Yahya Tegaskan PBNU Sudah Guyub, Siap Ramaikan Harlah ke-100 di Istora Senayan Besok

“Sejak kemarin sudah dilakukan koordinasi dengan berbagai perangkat yang terkait dengan kepresidenan, termasuk Paspampres dan protokol Istana, serta hal-hal teknis lain yang diperlukan,” ujar Gus Yahya di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu.

Peringatan Harlah ke-100 tahun NU di Istora Senayan, Jakarta
Photo :
  • ANTARA/Asep Firmansyah

Namun, kata Gus Yahya, pada saat terakhir Presiden Prabowo berhalangan hadir karena ada tugas lain yang bersifat kenegaraan.

“Pada saat terakhir beliau mungkin berhalangan, karena ada tugas lain. Kami juga mendengar ada beberapa agenda negara terkait tamu-tamu negara yang hadir hari ini,” katanya.

Meski demikian Gus Yahya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang mewakili unsur pimpinan lembaga negara.

Terkait ketidakhadiran Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Gus Yahya menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima pemberitahuan sejak malam sebelumnya. Kiai Miftah batal hadir karena alasan kesehatan.

“Tadi malam kami mendapatkan kabar dari beliau bahwa sedianya akan berangkat, tetapi beliau mengalami kendala kesehatan sehingga berhalangan hadir,” katanya.

Khutbah Rais Aam yang biasanya disampaikan dalam peringatan Harlah NU, kata dia, diwakilkan kepada salah satu Rais Syuriyah PBNU yakni Nasaruddin Umar, yang juga menjabat sebagai Menteri Agama.

Gus Yahya juga menyinggung ketidakhadiran sejumlah pihak lain seperti Sekjen PBNU Saifullah Yusuf yang telah memiliki agenda lain. (Ant)

Baca Juga :
KPK Didesak Segera Tahan Tersangka Korupsi Kuota Haji
Kepala Bappenas: MBG Lebih Mendesak Daripada Lapangan Kerja!
Rapat Pleno PBNU Tetapkan Muktamar ke-35 NU Digelar Setelah Lebaran Haji

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lewat Cara Ini, BRI Life Cegah Stunting Balita di Desa Cijaura
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Mengapa Kita Semakin Sulit Memahami?
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Ini Alasan Norwegia Tak Bisa Disepelekan di Piala Dunia 2026
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Produk Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Juga Turut Merosot hingga Rp89.000
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jokowi: Saya Masih Sanggup Datang ke Provinsi hingga Kecamatan demi PSI!
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.