Bagi idol K-Pop, pacaran bisa menjadi skandal yang merusak nama baik mereka di industri. Itulah mengapa, banyak idol harus berhati-hati agar tidak tertangkap kamera paparazzi ketika ingin berkencan. Rosé Blackpink turut mengalaminya.
Dalam siaran podcast Call Her Daddy, Rosé Blackpink ywng menjadi tamu spesial host Alex Cooper, bercerita seputar kehidupannya, termasuk hubungan-hubungan asmara yang telah lalu.
Member girl group Blackpink itu menjelaskan, dia merasa harus menjaga hubungan asmaranya privat akibat popularitasnya. Menurut Rosé, ini merupakan cara untuk melindungi orang tersayangnya dari sorotan mata publik.
“Menurut saya, saya melakukannya untuk melindungi dia. Bagi saya, rasanya lebih sakit ketika melihat teman saya diserang (oleh publik). Atau orang yang lebih dekat dari itu, jika mereka diserang, saya ikut merasakan sakitnya,” jelas Rosé.
Perempuan yang tumbuh besar di Australia ini mengatakan, saat ini dia belum merasa nyaman untuk terbuka soal hubungan asmara. Sebab, dia belum merasa aman. Budaya paparazzi di Korea Selatan memang sudah menjadi hal yang lazim terjadi di dunia hiburan.
Berbagai media lokal berlomba-lomba untuk mengungkap tabir percintaan para selebriti dan idol K-Pop. Jika tertangkap kamera dan kabar itu terendus publik, bukan tidak mungkin para penggemar merasa marah dan tidak terima.
Untuk melindungi diri dari kejaran paparazzi, Rosé pernah menerapkan satu metode unik, yaitu menyamar sebagai nenek-nenek. Penyamaran tersebut dilakukan demi kencan dengan kekasihnya saat itu.
“Saya punya pengalaman yang cukup gila. Dulu saya pernah sangat paranoid. Saya berpikir, ‘Saya tidak boleh sampai ketahuan.’ Saya memesan sesuatu dari e-commerce di Korea," ujarnya.
Saya membeli wig warna hitam dengan tekstur keriting pendek. Setelahnya, saya mempelajari bagaimana nenek-nenek berpakaian saat ada di jalan. Saya berpikir, ‘Oke, mereka memakai rok seperti itu, sepatu model itu, dan tas gaya itu,’” lanjut Rosé sembari tertawa.
“Saya mempelajari dan memesan itu semua, dan saya mengenakan itu semua,” imbuhnya.
Rosé menjelaskan, dia menyamar sebagai nenek-nenek ketika dia berkunjung ke rumah kekasihnya. Tentunya, dia dan pacarnya saat itu tidak bisa pergi ke mana-mana tanpa ketahuan.
Penyamaran itu berlangsung selama enam bulan, Ladies. Rosé mengatakan, sepanjang momen itu, dia memiliki area khusus di rumahnya yang berisi baju nenek-nenek untuk mendukung penyamarannya. Pacarnya saat itu pun sempat mengikuti metode yang sama, yaitu berpakaian layaknya kakek-kakek.
“Dia sempat melakukannya. Dia berpakaian seperti kakek-kakek, tapi tidak segila saya yang harus memakai wig, karena saya butuh wig. Dan saat itu saya juga mengikuti cara berjalannya nenek-nenek,” ungkap Rosé.
Setelah Rosé berpisah dengan kekasihnya ini, dia berhenti melakukan penyamaran. Di hubungan asmara selanjutnya, Rosé tidak lagi menerapkan metode unik ini.
Perempuan kelahiran 11 Februari 1997 ini mengaku, saat ini dia sedang mencari cinta. Namun, mengingat status dan pekerjaannya, Rosé menyebut pencarian ini tidaklah mudah.
Dia pun lebih memilih untuk berpacaran dengan seseorang yang bekerja dalam industri yang sama. Sebab, dia merasa kesulitan untuk bisa sefrekuensi dengan orang-orang di luar industri hiburan.
“Biasanya mereka bersekolah, berkuliah, dan bekerja, mereka punya pengalaman yang sama saat mereka tumbuh besar. Saya merasa tidak punya pengalaman yang sama dan seperti alien di antara mereka," ceritanya.
"Mereka mengobrol soal hal-hal itu, sementara saya tak bisa memahami itu semua karena masa muda saya sebagai trainee dan pekerjaan sebagai idol,” jelas Rosé.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489337/original/064786100_1769844233-007ea6e4-0f4c-4859-a342-3b137c030bcf.jpeg)
