VIVA – Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami banyak perubahan. Rambut mulai memutih, garis-garis halus muncul di wajah, dan energi tidak lagi sebesar dulu. Proses penuaan juga bisa berdampak pada organ intim pria baik dari bentuk, ukuran, maupun fungsinya.
Organ intim yang kamu kenal sekarang belum tentu akan sama 10 atau 20 tahun ke depan. Ini bukan berarti perubahan tersebut selalu buruk, dan juga bukan berarti semuanya pasti terjadi. Namun, penting untuk memperhatikan setiap perubahan yang muncul sebab ini bisa menjadi Gambaran akan kondisi kesehatanmu.
“Perubahan pada penis seiring waktu sebaiknya dilihat sebagai indikator kesehatan tubuh secara keseluruhan,” ujar ahli urologi di MedStar Health, Baltimore, Dr. Ryan Cleary dikutip dari laman Mens Health, Senin 2 Februari 2026.
Misalnya, gangguan pada pembuluh darah, arteri, dan vena yang bisa memicu serangan jantung atau stroke sering kali pertama kali terlihat dari perubahan fungsi ereksi.
Tak hanya itu saja, hal ini juga bisa dijadikan momen untuk kita mengevaluasi gaya hidup.
“Mulailah memperhatikan pola makan dan olahraga. Tidak ada obat yang lebih ampuh daripada gaya hidup sehat. Pola makan seimbang, olahraga rutin, manajemen stres, dan tidur yang cukup adalah senjata paling kuat yang kita miliki,” kata dia.
Kabar baiknya, beberapa perubahan pada penis akibat usia bisa dicegah atau setidaknya diperlambat. Langkah pertama adalah mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan.
Berikut beberapa perubahan pada organ intim pria yang paling sering ditemui seiring bertambahnya usia, beserta penanganannya.
Kulit dan Skrotum Mulai Mengendur
Kolagen atau zat yang menjaga kulit tetap kencang dan elastis, akan berkurang seiring waktu. Akibatnya, kulit penis bisa kehilangan bentuk dan kekencangannya. Faktor seperti infeksi, cedera, kebersihan yang buruk, serta paparan sinar UV juga bisa mempercepat penuaan kulit penis.
Skrotum yang mengendur adalah bagian alami dari proses penuaan. Berkurangnya massa otot dan perubahan pada kulit ikut memperparah kondisi ini. Dalam kasus ekstrem, muncul kondisi yang disebut splashdown syndrome, yaitu saat skrotum sampai menyentuh air toilet ketika duduk.




