Seluruh Destinasi Wisata Alam di Aceh Tamiang Lumpuh Total Pascabencana, Pemulihan Diperkirakan Makan Waktu Lama

pantau.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) menyatakan bahwa seluruh destinasi wisata alam di Aceh Tamiang masih lumpuh total pascabencana banjir bandang dan tanah longsor dua bulan lalu.

Thamrindu Lubis, Kabid Pariwisata dan Ekonomi Disparpora Aceh Tamiang, menyebut selama dua bulan terakhir tidak ada wisatawan yang berkunjung ke destinasi seperti air terjun dan wisata bahari.

Padahal sebelum bencana, setiap objek wisata di Aceh Tamiang rutin menerima hampir 1.000 pengunjung per minggu.

Dalam satu tahun, daerah ini mencatat sekitar 70.000 kunjungan wisatawan lokal dan luar daerah yang tersebar di 14 destinasi wisata alam.

Beberapa objek wisata paling ramai sebelumnya antara lain Pemandian Sungai Gunung Pandan Tenggulun yang mencatat ±600 wisatawan per minggu, dan Pantai Pulau Rukui, Banda Mulia, yang menarik ±800 wisatawan per minggu.

Akses Masih Tertutup dan Fasilitas Rusak Berat

Saat ini, akses jalan ke objek-objek wisata masih tertutup lumpur dan kayu-kayu besar akibat banjir bandang, menyebabkan nihilnya kunjungan wisatawan.

Tiga destinasi utama—Gunung Pandan, Pulau Rukui, dan pemandian air panas Kaloy di Tamiang Hulu—dilaporkan dalam kondisi porak-poranda.

Seluruh fasilitas umum seperti homestay, pondok santai, gazebo, dan MCK mengalami kerusakan berat, bahkan sekitar 50–60 persen fasilitas yang dibangun pemerintah hancur total.

Gunung Pandan yang berada di dataran tinggi juga terkena dampak tanah longsor, dan akses ke lokasi tersebut masih belum bisa dilewati.

Thamrindu menyatakan bahwa pemulihan destinasi akan memakan waktu lama, terutama karena banyak lokasi wisata masih tertutup batang kayu besar sisa banjir.

Meski demikian, Disparpora menargetkan objek wisata Gunung Pandan dapat kembali beroperasi setelah Lebaran 2026.

Langkah Awal: Pendataan oleh Pokdarwis

Langkah awal yang sedang dilakukan saat ini adalah pendataan kerusakan dan kebutuhan alat oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) dari desa-desa terdampak.

"Kami sudah panggil semua kelompok sadar wisata (pokdarwis) desa masing-masing untuk mendata kerusakan dan kebutuhan alat yang diperlukan, kami akan segera fasilitasi," ujar Thamrindu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Pastikan Operasional Bursa Efek Tetap Normal di Tengah Transisi Kepemimpinan
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Bursa Transfer MU: Cole Palmer dan Leon Goretzka Jadi Sorotan
• 2 jam lalugenpi.co
thumb
Dugaan Aniaya Penjual Es Gabus, Polisi: Suderajat Bilang Aipda Ikhwan Tak Memukul
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Musda Golkar Sumut Sempat Ricuh dan Lempar Petasan, Kini Sudah Kondusif
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Keluarga Ziarah ke Makam Lula Lahfah, Kakak Hias Pusara Adik dengan Bunga Matahari
• 22 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.