Aksi Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kelapa sawit adalah tanaman ajaib menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Senin (2/2). Selain itu, proyek industri genteng atau disebut proyek gentengisasi yang dicanangkan Prabowo akan didanai APBN. Berikut rancumannya.
Sawit adalah Tanaman Ajaib, Semua Negara Minta ke RIPrabowo menyebut kelapa sawit adalah 'miracle crop' atau tanaman ajaib, dengan permintaan pasokan yang tinggi dari berbagai negara di dunia. Komoditas ini dinilai strategis sebagai pondasi swasembada pangan dan energi Indonesia, serta memiliki puluhan produk turunan yang vital bagi berbagai sektor industri, mulai dari bahan baku cat, makanan, hingga produk kebersihan.
"Saya ke dunia, keliling-keliling, hampir semua pemimpin negara minta ke saya. Kami mohon Indonesia, tolong supply kelapa sawit, CPO. Saya ke Mesir, saya ke Pakistan, saya ke Rusia, saya ke Belarus. Di mana-mana, tolong kelapa sawit. Artinya, it's a very strategic commodity," ungkap Prabowo.
Prabowo menyoroti peran sentral kelapa sawit dalam program mandatori biodiesel nasional. Untuk tahun ini, Indonesia menargetkan peningkatan campuran biodiesel menjadi 50 persen (B50), sebuah langkah yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor bahan bakar dan menyediakan opsi energi yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, ada rencana untuk membatasi ekspor limbah kelapa sawit, seperti minyak jelantah, guna dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi avtur domestik, menjadikan Indonesia produsen avtur terbesar di dunia.
Proyek Genteng Dibiayai APBNMenko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut proyek industri genteng atau disebut gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto akan didanai APBN.
Prabowo menggagas ide penggunaan genteng berbahan dasar tanah untuk setiap atap rumah karena saat ini banyak hunian beratap seng yang tidak awet. Nantinya, Koperasi Desa Merah Putih (KDPM) akan dilibatkan dalam industri genteng tersebut.
Airlangga menilai jika membahas terkait peningkatan pariwisata, salah satu sasaran paling mendasar (low hanging fruit) yang perlu disorot adalah terkait pengolahan sampah hingga penggunaan atap.
"Itu low hanging fruit untuk meningkatkan turis. Tetapi turis tidak akan datang kalau sampahnya numpuk dan atapnya semua atap seng yang berkarat," ungkap Airlangga kepada wartawan di Sentul, Jabar, Senin (2/2).



:strip_icc()/kly-media-production/medias/4509818/original/045235700_1689928881-shutterstock_2010283607.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)