JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pasokan pangan di Jakarta aman menjelang perayaan Imlek dan Bulan Puasa.
Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan daerah penghasil pangan di berbagai wilayah di Indonesia yang memasok kebutuhan pangan ke Jakarta.
“Mudah-mudahan menyambut Imlek, puasa, dan Lebaran persoalan pangan di Jakarta tidak menjadi persoalan, termasuk daging. Jadi sekarang juga kita sudah mempersiapkan untuk itu,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (3/2/2026).
Baca juga: Pramono Tegaskan Tak Boleh Ada Lagi Atribut Partai di Flyover
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok menyampaikan, ketersediaan pangan di Jakarta menjelang Imlek dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Bulan Ramadan 2026 dalam kondisi cukup, meski terjadi peningkatan kebutuhan pada beberapa komoditas.
“Peningkatan kebutuhan pangan dengan presentase terbesar terjadi pada komoditas telur ayam 7,50 persen, daging sapi dan kerbau 3,57 persen dan bawang putih 3,57 persen,” kata Hasudungan.
Untuk menjaga pasokan dan menekan harga, Pemprov DKI Jakarta menggelar program pangan murah keliling melalui BUMD Pangan.
Program ini memudahkan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan paket pangan murah bagi masyarakat tertentu.
Dalam satu paket senilai Rp 126.000, masyarakat bisa mendapatkan enam komoditas pangan, yaitu beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, ikan kembung, serta susu UHT khusus penerima KJP.
Masyarakat juga dapat memantau informasi harga dan ketersediaan pangan melalui Info Pangan Jakarta (IPJ) yang diperbarui setiap hari, serta akun Instagram resmi @dkpkp.jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang