'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku

suara.com
7 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Siswa kelas IV SD bernama YBS (10 tahun) ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh Kabupaten Ngada, NTT.
  • Korban sempat meminta dibelikan buku dan pensil, namun permintaan tersebut tidak terpenuhi karena kendala ekonomi keluarga.
  • Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis (29/1) di Dusun Sawasina, Desa Nuruwolu, dan ditemukan oleh warga setempat.

Suara.com - Siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, berinisial YBS, mengakhiri hidupnya sendiri di sebuah pohon cengkeh.

Sebelum anak berusia 10 tahun itu meninggal dunia, ia sempat meminta dibelikan buku dan pensil kepada ibunya. Namun, karena tak mempunyai uang, sang bunda tak bisa memenuhinya. 

CATATAN REDAKSI: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi bunuh diri tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi HOTLINE Telepon Darurat 119 ext. 8 atau WA +62 813-8007-3120 untuk konsultasi ringan dan curhat."

Peristiwa ini menyisakan luka batin yang luar biasa bagi keluarga dan warga tempat tinggalnya, Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu.

Bernardus H Tage, Camat Jerebuu, mengatakan peristiwa menyakitkan itu terjadi pada Kamis (29/1) pekan lalu.

"Di pohon cengkih dekat rumahnya. Anak itu tinggal bersama neneknya yang sudah berumur 80 tahun. Ibu dan bapaknya tinggal di kampung sebelah," kata Tage, dikutip hari Selasa (3/2/2026).

Dia menjelaskan, YBS ditemukan sudah tak bernyawa pada Kamis siang oleh warga setempat yang kebetulan tengah mengurus kerbau di sekitar rumah nenek korban.

Kamis paginya, kata Tage, warga sempat melihat YBS duduk di depan rumah. Padahal pagi itu ia seharusnya bersekolah.

Sehari sebelumnya, berdasarkan keterangan sang ibu kepada polisi, YBS menginap di rumahnya. Saat itulah dia sempat minta uang untuk membeli buku serta pena.

Baca Juga: Sampah Penuhi Taman Wisata Laut Teluk Kupang

"Tapi ibunya tidak punya uang. Ayahnya sudah meninggal saat YBS ada di kandungan," kata Tage.

Menurut para tetangga, YBS adalah anak baik, jarang terlihat sedih, dan juga rajin belajar meski secara perekonomian sangat kekurangan.

Setelah ditemukan meninggal dunia, aparat Polres Ngada juga mengonfirmasi menemukan secarik kertas bertulis tangan memakai bahasa daerah setempat.

Isinya adalah surat perpisahan YBS kepada sang ibu dan keluarga.

"Surat untuk mama. Saya pergi dulu. Mama relakan saya pergi. Jangan menangis ya mama. Jangan pula Mama mencari atau merindukanku. Selamat tinggal mama...."


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dari Dida ke Emil Audero: Sejarah Kelam Serangan Flare Suporter Inter Milan
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Jaksa Tanya Konsolidasi Harga Chromebook, Saksi Tertawa
• 1 jam laludetik.com
thumb
Istri Eks Kapolri Jenderal Hoegeng Meninggal Dunia
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Satu Keluarga di Cianjur Keracunan Jamur Liar, Alami Mual hingga Diare
• 7 jam lalugenpi.co
thumb
Pria di Depok Live TikTok Karaoke di Badan Jalan Bikin Warga Waswas
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.