Mencari Hoki dari Sebatang Pohon Jeruk

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Semerbak wangi jeruk menyeruak di salah satu toko pengepul pohon jeruk di kawasan Meruya Utara, Jakarta Barat. Pohon-pohon yang telah berbuah lebat itu mencolok dari arah jalan. Buah jeruk berwarna oranye dan kuning itu siap diborong masyarakat Tionghoa menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Di antara pepohonan jeruk itu terdapat Ara Suhara (35) yang sibuk merawat pohon jeruk agar tetap segar dipandang. Tangannya cekatan mencari buah-buah yang busuk untuk ia singkirkan. Selain buah, daun-daun yang mulai mengering juga tak luput ia potong.

Tahun ini menurut Ara pohon-pohon jeruk yang dijual lebih banyak dari tahun kemarin. Pohon-pohon jeruk berjenis chusa dan kimkit ini diimpor langsung dari China. Tahun ini ada sekitar enam kontainer pohon jeruk yang datang dari China, lebih banyak satu kontainer dari tahun kemarin.

“Ini kita sudah mulai jualan dari 17 Januari 2025, baru turun barang langsung banyak yang ngambil, karena kita ada sistem pre order juga,” ujar Ara, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, setiap musim Imlek, sekitar 3000 pohon bisa habis terjual, baik berukuran kecil maupun besar. Satu pohon jeruk kimkit dan chusa berukuran kecil bisa dijual dengan harga Rp 1 juta per pohon. Sedangkan pohon jeruk berukuran besar bisa mencapai Rp 15 juta per pohon. Penjualannya pun tidak hanya mencangkup warga Jakarta dan sekitarnya. Para pembeli ada yang datang dari Lampung, Surabaya, sampai Bali.

Walaupun pohon-pohon jeruk ini diimpor dengan kondisi telah berbuah, terkadang tidak sedikit buah-buah tersebut yang terlalu matang maupun masih dalam kondisi hijau atau baru berbuah. Karena itu, para pekerja mulai dari pagi hingga malam terus merawat agar pohon tetap segar hingga ke tangan pembeli.

Katamso (57) merupakan pelanggan tetap yang hampir setiap tahun datang untuk berbelanja pohon jeruk. Pria asal Gunung Sahari, Jakarta Pusat, ini membeli pohon jeruk kimkit berukuran sedang dan besar dengan masing-masing berjumlah dua pohon. Menurutnya, pohon jeruk bagi masyarakat Tionghoa, terlebih saat Tahun Baru Imlek, bukan hanya dekorasi, melainkan sebagai simbol keberuntungan dan harapan agar rezeki berlimpah.

“Kalau telat membeli bisa cepat habis. Untung saja saya masih kebagian ini,” ucapnya.

Bagi penjual maupun pembeli, pohon jeruk saat Tahun Baru Imlek sama-sama membawa hoki.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Dunia Rontok ke US$4.700, Terjun 18 Persen dari Rekor Tertinggi
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Kemenperin Pastikan Proses Pertimbangan Teknis Impor Tekstil Sesuai Aturan
• 1 menit lalukumparan.com
thumb
Christina Sebut Pemda Kunci Sukses Program Prioritas Presiden
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Mati-matian untuk PSI, Jokowi Dinilai Bukan Teladan dalam Politik
• 11 jam lalugenpi.co
thumb
Iran Setuju Mulai Kembali Pembicaraan Nuklir dengan AS
• 6 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.