Istana: Prabowo Jelaskan Alasan Indonesia Masuk BoP yang Digagas Trump ke Tokoh Islam

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan alasan utuh keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) Gaza di hadapan perwakilan ormas Islam dan tokoh-tokoh muslim di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

BoP diprakarsai dan dipimpin Presiden Amerika Serikat, Donald Trump Jr, yang dia bentuk sebagai upaya menyelesaikan konflik berkepanjangan di Jalur Gaza.

Baca Juga
  • Disnakertrans Jateng: Tak Ada MoU, Pengiriman PMI ke Kamboja Pasti Ilegal
  • Hashim Sebut Pemerintah Buka Ruang Keberatan terkait Pencabutan Izin 28 Perusahaan

“Saya rasa forum siang hari ini juga bagian dari yang memungkinkan untuk Bapak Presiden nanti bisa jadi akan menyampaikan poin-poin tersebut dengan harapan ini semua bisa dimengerti oleh semua pihak,” kata dia, yang juga juru bicara presiden, menjawab pertanyaan wartawan saat dia ditemui di Istana Kepresidenan.

Dalam kesempatan yang sama, dia menolak anggapan yang menyebut ada resistensi terhadap keanggotaan Indonesia di BoP dari ormas-ormas Islam dan tokoh-tokoh muslim.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Bukan resistensi ya, mungkin masih ada perbedaan pandangan, yang mungkin itu karena belum tersampaikan secara utuh apa yang melandasi keputusan dari Bapak Presiden dan keputusan pemerintah, termasuk di situ ada poin-poin yang diatur di dalam Board of Peace, yang itu juga menjadi bahan pertimbangan yang barangkali ini belum tersampaikan secara utuh,” kata dia.

Dalam pertemuan dengan perwakilan ormas Islam dan tokoh-tokoh muslim Indonesia, Prabowo juga didampingi Menteri Luar Negeri, Sugiono. “Kementerian luar negeri dalam siang hari ini adalah berkaitan dengan pembicaraan mengenai BoP dan penjelasan-penjelasan akan dilakukan seputar isu tersebut,” kata Sugiono menjawab pertanyaan wartawan.

Dewan Perdamaian Gaza resmi diluncurkan pada sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pengelola GBK Buka Posko Pendataan Karyawan Terdampak Alih Kelola Eks Hotel Sultan
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Hakim Minta Jaksa Segera Tangkap Buronan Kasus Korupsi Laptop, Jurist Tan
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
AI, Otomatisasi, dan Kesenjangan Perlindungan Konsumen
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kejagung Tindaklanjuti Laporan soal Oknum Staf Ahli Kemenkeu
• 21 jam laludisway.id
thumb
Bertemu Dirut Garuda dan Petinggi Embraer, Prabowo Tekankan Pentingnya Teknologi Penerbangan
• 11 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.