EtIndonesia. Pada 31 Januari 2026, warga di berbagai kota di Kanada tetap turun ke jalan meski diterpa angin dan hujan, menggelar aksi unjuk rasa untuk menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap krisis ekonomi dan kesulitan hidup masyarakat. Para demonstran menyerukan agar pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan rakyat kecil, sekaligus menghindari risiko politik yang dapat timbul dari hubungan dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT).
Seorang peserta aksi di Vancouver, Renate, mengatakan: “Biaya hidup sekarang lebih tinggi dari sebelumnya. Antrian di bank makanan makin panjang, dan lapangan kerja semakin langka. Ini benar-benar situasi yang sangat berbahaya.”
Peserta aksi Vancouver lainnya, Shar, menyatakan: “Harga rumah sangat mahal. Mengajukan kredit hipotek sekarang sangat sulit.”
Renate menambahkan: “Sistem kesehatan sudah runtuh, dan mereka juga mendorong kebijakan yang cukup ekstrim dengan melegalkan narkoba keras. Partai Liberal harus turun, negara ini sedang terus merosot.”
Peserta aksi Vancouver, Ryan Chen, mengatakan: “Keamanan sekolah dan keamanan komunitas jauh lebih buruk dibanding saat saya pertama kali datang dari Taiwan pada tahun 2007.”
Di Toronto, demonstran Dave Toomath menyatakan: “Semua ini sangat mengkhawatirkan. Hal-hal ini sedikit demi sedikit menggerogoti hakikat demokrasi yang saya kagumi.”
Para demonstran juga menyoroti hubungan dagang pemerintah dengan PKT, dengan kekhawatiran bahwa kerja sama tersebut menyimpan risiko politik tersembunyi. Mereka menyerukan agar Kanada melindungi nilai-nilai demokrasi.
Seorang demonstran bernama Renee mengatakan: “Hari ini Carney membuat beberapa kesepakatan dengan Tiongkok (PKT), padahal itu bukan perdagangan yang adil. Pada akhirnya, PKT akan menipu dan mengambil seluruh kekayaan intelektual Kanada. Saya hanya ingin masyarakat sadar—jangan berurusan dengan iblis.”
Demonstran Toronto, Tammy Felts, mengatakan: “Kesesuaian kita dengan Amerika Serikat jauh melampaui negara manapun di dunia. Namun dia justru membuka pintu bagi Tiongkok (PKT).”
Warga Hong Kong di Toronto, Dino Chan, menyatakan: “Ini adalah bentuk pemaksaan politik. Hentikan perjanjian dagang dengan PKT, karena ini masalah yang sangat berbahaya. Kanada tidak boleh menipu dirinya sendiri.”
Dari isu ekonomi, imigrasi hingga nilai-nilai fundamental, para peserta aksi menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap arah masa depan Kanada.
Seorang mantan kontraktor di Toronto yang menggunakan nama samaran Ronda ‘Flying Dutchman’ berkata: “Biarkan jaringan pipa minyak kembali beroperasi. Kita perlu menghasilkan uang.”
Peserta aksi Vancouver, Shar, menambahkan: “Kita membutuhkan kebijakan imigrasi yang hati-hati dan terukur.”
Shar juga mengatakan: “Kami berharap Kanada tetap mempertahankan citranya sebagai negara yang damai.”
Renee menutup dengan pernyataan: “Saya berharap kita memilih jalan yang menjunjung akal sehat umat manusia dan moral dasar manusia. Kita tidak ingin menuju komunisme, kita tidak ingin menuju sosialisme.”
Laporan langsung dari berbagai daerah oleh reporter New Tang Dynasty Television Kanada




