Jelang Ramadhan 2026, Pemerintah Klaim Stok Beras hingga Ikan Cukup

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pasokan dan stok pangan nasional cukup aman untuk menghadapi Ramadhan 2026 yang jatuh pada Februari 2026.

Hal tersebut Amran sampaikan saat Komisi IV DPR menggelar rapat dengan Kementan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, hingga Bulog di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

"Berdasarkan hasil pemantauan proyeksi neraca pangan serta evaluasi lapangan yang kami lakukan bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, kami laporkan kondisi produksi pasokan dan stok pangan strategis nasional dalam kondisi cukup aman untuk menghadapi Ramadhan 1447 Hijriah," ujar Amran.

Baca juga: Prabowo Teken Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Amran mengatakan, untuk beberapa komoditas utama seperti beras, jagung, bawang merah, cabai merah, daging, ayam, telur, dan minyak goreng, ketersediaannya diperkirakan dapat dipenuhi dari dalam negeri.

Namun, kata dia, komoditas lainnya seperti kedelai, bawang putih, daging lembu sapi, dan gula, harus dilakukan impor selain produksi dalam negeri.

"Khususnya beras misalnya stok kondisi nasional sangat terkendali pada periode Ramadhan Indonesia memiliki stok awal 11,6 juta ton tambah produksi 7,98 juta ton dengan kebutuhan sekitar 5,12 juta ton sehingga neraca beras nasional menunjukkan surplus sekitar 14,48 juta ton," ujar dia.

"Dan stok Januari 2026 tercatat 3,34 juta ton tadi pagi tercatat 3,34 juta ton sehingga sangat memadai untuk menjaga stabilitas hingga Idul Fitri," sambung Amran.

Baca juga: KPK Ralat, Eks Bos BUMN Elia Massa Manik Tak Dipanggil Hari Ini

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono turut memastikan ketersediaan ikan dalam kondisi aman.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebagai langkah mitigasi dan strategi pengamanan pasokan ikan, Trenggono telah menyiapkan pemenuhan pasokan dari stok gudang beku, dan mengoptimalkan hasil produksi dari sektor perikanan budidaya.

"Kami dapat melaporkan bahwa status ketersediaan ikan secara nasional berada pada kategori aman," imbuh Trenggono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Soal Proyek Gentengisasi, Arsitek Jelaskan Beda Atap Genteng dengan Seng
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Ini perbedaan antara GCI dan Golden Visa Indonesia
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Menteri LH ingatkan dunia usaha agar lingkungan jadi fondasi ekonomi
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Jadwal Persib Dirombak demi Asia, Duel Panas Lawan Borneo FC Digeser ke Maret: Ini 5 Laga Maung Bandung ke Depan
• 21 jam lalubola.com
thumb
Sidang Tuntutan Tahanan Politik Perdana Arie Ditunda, Keluarga Kecewa Kepastian Hukum Tak Jelas
• 24 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.