FAJAR, JAKARTA – Lantai bursa transfer mendadak panas oleh adu rayu tiga raksasa sepak bola tanah air. Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya kini terlibat perburuan pemain abroad Timnas Indonesia.
Waktu kian mencekik. Deadline bursa transfer Super League 6 Februari 2026.
Kini, ketiga klub ini mengerahkan segala pesona dan strategi demi mendapatkan tanda tangan para bintang sebelum jendela transfer resmi terkunci rapat.
Adu rayu yang dilakukan oleh ketiga klub raksasa ini, mencerminkan dinamika persaingan. Tidak hanya terjadi di lapangan hijau, tetapi juga di ruang negosiasi.
Persib Bandung
Dari bumi Pasundan, Persib tak ingin berpangku tangan. Gagal memboyong Peralta, mereka kini menatap ke Belgia. Ragnar Oratmangoen menjadi sasaran baru untuk lini serang.
“Ragnar menuju Super League?” tulis akun @pemainketurunan.id penuh tanya, Senin (2/2/2026).
Di FCV Dender, ia hanya menjadi penghuni setia bangku cadangan. Bandung menawarkan panggung utama yang jauh lebih megah. Skenario tebus kontrak kini tengah dimatangkan demi sang bintang.
Persija Jakarta
Macan Kemayoran bergerak lincah di bawah lampu kota. Shayne Pattynama telah lebih dahulu mendarat di pelukan. Benteng pertahanan kian kokoh sejak 23 Januari lalu.
Namun, ambisi Jakarta belum juga padam sepenuhnya. Nama Ivar Jenner kini terbang rendah di radar mereka. Status bebas transfer sang gelandang adalah permata yang diperebutkan. Utrecht telah dilepas, Jakarta kini menanti kedatangan sang dirigen.
Langkah Persija tak selamanya mulus tanpa aral. Dewa United siap menjadi duri di tengah jalan. “Ivar Jenner akan bergabung ke Dewa United,” tulis akun @ngapakfootball, Senin (2/2/2026).
Kabar itu bagai petir di siang bolong bagi publik Ibu Kota. Dewa United ingin memahat sejarah di menit-menit akhir.
Persebaya Surabaya
Di Kota Pahlawan, Persebaya sedang merajut angan. Nama Ramadhan Sananta berembus kencang di pesisir Surabaya. Sang predator kini masih berkelana bersama Brunei DPMM FC.
“Persebaya Surabaya dikabarkan tengah memantau Sananta,” ungkap @seputarpemainbola.id.
Dua gol di Liga Malaysia menjadi bukti ketajaman yang tersisa. Bernardo Tavares menanti sang anak emas untuk kembali pulang. Mahar transfer yang tinggi kini menjadi satu-satunya penghalang nyata.
Pesona Finansial dan Fasilitas
Persib dan Persija menggunakan nama besar dan basis massa sebagai daya tarik utama, sementara klub seperti Dewa United masuk dengan stabilitas finansial yang mampu menggoyahkan pilihan pemain.
Maung Bandung memanfaatkan keberadaan pemain asal Prancis lainnya untuk mempermudah adaptasi pemain baru. Hal serupa dilakukan Persebaya melalui kedekatan emosional pelatih Bernardo Tavares dengan Sananta.
Memburu pemain abroad dengan sisa kontrak tipis (seperti Ragnar) atau status bebas transfer (Ivar Jenner) menunjukkan kecerdikan manajemen dalam mengelola anggaran tanpa menurunkan kualitas skuad.
Disaat Persija berfokus pada stabilitas pertahanan, Persebaya mencari tajamnya ujung tombak, dan Persib mengejar kreativitas serangan. Ketiganya berjudi demi ambisi mengangkat trofi di akhir musim.
Siapa yang akan memenangkan hati sang pemain? Hanya waktu yang akan menjawab teka-teki takdir ini. (*)




