Kebakaran hebat menghanguskan pusat perbelanjaan Rita Pasaraya di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Hingga Selasa pagi, 3 Februari 2026, tim pemadam kebakaran masih terus berupaya melakukan proses pendinginan di lokasi kejadian setelah api melahap habis bangunan beserta isinya sejak Senin malam.
Kebakaran yang bermula pada Senin, 2 Februari sekitar pukul 21.00 WIB ini tidak hanya menghancurkan gedung utama Rita Pasaraya, tetapi juga merambat dan menghanguskan tiga rumah toko (ruko) yang berada tepat di sampingnya.
Penyebab Sementara: Percikan Api di Area Pendingin
Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono, mengungkapkan dugaan sementara terkait pemicu kebakaran. Berdasarkan pemeriksaan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP), api diduga kuat berasal dari lantai 1, tepatnya di area penyimpanan mesin pendingin (chiller) dan generator set (genset).
"Indikasi sementara karena memang di Rita Swalayan ini ada chiller, tempat penyimpanan barang-barang yang harus didinginkan. Terus juga ada genset. Jadi percikan dari daerah yang ada chiller itu, karena ada aliran listrik yang pada saat terbakar itu masih menyala," jelas Kombes Budi.
Baca juga:
Kapal Nelayan Meledak Misterius di Pelabuhan Paotere Makassar, 9 Orang Luka-Luka
Meski demikian, pihak kepolisian belum menyimpulkan secara final. Polresta Cilacap telah menerjunkan tim Inafis dan berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah untuk penyelidikan lebih mendalam.
Guna kepentingan penyelidikan dan kelancaran proses pendinginan, akses menuju Jalan Ahmad Yani ditutup total oleh pihak kepolisian. Garis polisi telah dipasang mengelilingi area bangunan yang hangus.
Sejak Senin malam, lebih dari 8 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api yang membesar dengan cepat akibat banyaknya material mudah terbakar, seperti pakaian dan barang dagangan lainnya di dalam supermarket.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah mengingat seluruh stok barang dan infrastruktur gedung ludes terbakar. Operasional toko dihentikan total hingga waktu yang belum ditentukan.


