VIVA – Manajer Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menghadapi dinamika internal klub pada awal masa jabatannya di Santiago Bernabeu setelah sejumlah keputusan teknisnya memicu ketegangan di ruang ganti, meski tim mulai menunjukkan perbaikan hasil di La Liga.
Arbeloa menjalani start yang berat setelah Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey pada laga debutnya melawan Albacete dan gagal menembus delapan besar Liga Champions. Namun, ia berhasil memangkas jarak poin dengan Barcelona di klasemen La Liga menjadi satu angka.
Laporan Cadena SER menyebutkan bahwa Arbeloa telah berupaya memperbaiki suasana ruang ganti yang sebelumnya tegang di era kepemimpinan Xabi Alonso. Pihak klub disebut menilai pergantian pelatih sebagai keputusan yang tepat, dengan Arbeloa berusaha membangun kedekatan dengan para pemain, meski dinilai sebagian pihak terlalu berlebihan.
- Real Madrid
Dalam perjalanannya, Arbeloa melakukan sejumlah perubahan dalam pemilihan pemain. Beberapa keputusan tersebut mengejutkan ruang ganti, termasuk saat kekalahan 2-4 dari Benfica ketika Dani Ceballos tidak dimainkan sama sekali, sementara pemain Castilla, Jorge Cestero, justru diturunkan pada menit-menit akhir.
Situasi tersebut disebut disampaikan langsung para pemain kepada Arbeloa. Pada laga berikutnya melawan Rayo Vallecano, Ceballos akhirnya dimainkan sebagai pemain pengganti di babak kedua, yang dinilai sebagai upaya meredam ketidakpuasan internal.
Meski demikian, pengaturan taktis Arbeloa belum sepenuhnya meyakinkan skuad. Disebutkan bahwa ia belum menerapkan perubahan taktik signifikan, sementara para pemain mengharapkan pendekatan yang lebih jelas dan tegas di lapangan.
Ketegangan itu tercermin usai kemenangan 2-1 atas Rayo Vallecano, ketika Arbeloa terlambat menghadiri konferensi pers karena terlibat diskusi panjang dan alot dengan para pemain terkait pergantian pemain serta pilihan taktik.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Arbeloa belum dipandang sebagai solusi jangka panjang. Di internal tim, ia lebih dianggap sebagai pelatih Castilla yang naik sementara, dengan masa depannya berpotensi dievaluasi kembali pada musim panas.
Memasuki periode dua pekan tanpa pertandingan, Arbeloa bersama pelatih kebugaran Antonio Pintus memiliki kesempatan untuk melakukan pembenahan di sesi latihan. Namun, tanpa peningkatan yang jelas, posisinya di kursi pelatih Real Madrid disebut berisiko semakin melemah.





