Harga Bitcoin Tertekan, Portofolio Michael Saylor Masuk Zona Merah

medcom.id
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Pergerakan harga Bitcoin kembali memicu gejolak di pasar kripto global. Aset kripto terbesar dunia itu sempat anjlok menyentuh level USD73.000, sebelum kembali bergerak terbatas, memicu tekanan signifikan pada sejumlah portofolio besar.
 
Berdasarkan analisis Financial Expert Ajaib Panji Yudha menggunakan data Rabu, 4 Februari 2026 pukul 08.00 WIB, Bitcoin (BTC) dalam 24 jam terakhir tercatat turun 3,50 persen ke posisi USD76.200 atau setara Rp1.277.169.929. 
 
Penurunan tersebut terjadi setelah BTC sempat anjlok ke USD73.000, level terendah dalam 15 bulan terakhir.

Dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) kini berada di level 59,65 persen, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto global ikut menyusut 3,50 persen menjadi sekitar USD2,54 triliun.
  Baca juga: Sentimen Pasar Masih Extreme Fear, Bitcoin Justru Rebound ke USD79.000 Bitcoin sentuh level terendah sejak April 2025 Tekanan jual yang terjadi pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026  membuat Bitcoin menembus level terendah sejak April 2025 di kisaran USD74.424. 
 
Penurunan ini juga disebut sebagai yang terendah sejak kemenangan Donald Trump, menandai fase koreksi tajam di pasar kripto. Portofolio Strategy masuk zona merah Koreksi agresif ini menyeret portofolio Strategy milik Michael Saylor ke zona merah, karena harga pasar saat ini telah jatuh di bawah rata-rata pembelian perusahaan yang berada di level USD76.052. 
Akibatnya, tumpukan aset senilai USD54,26 miliar milik perusahaan kini menanggung floating loss sekitar USD750 juta atau setara Rp12,5 triliun.
 
Guncangan harga ini memicu likuidasi masif senilai UAS756,53 juta yang menimpa 173.535 trader dalam 24 jam terakhir. 
 
Tekanan terbesar berasal dari posisi long yang terlikuidasi senilai USD553,20 juta, sementara posisi short turut terkena dampak sebesar USD203,33 juta. 
 
Volatilitas yang sangat tinggi ini mencerminkan kepanikan pasar di mana banyak pelaku pasar terjebak di kedua sisi perdagangan.
 
Meskipun pasar spot tertekan, instrumen Bitcoin Spot ETF mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan institusional. 
 
Setelah mencatatkan rekor outflow mingguan terbesar senilai USD1,49 miliar pada akhir Januari, perdagangan awal Februari dibuka dengan net inflow harian sebesar USD561,89 juta. 
 
Arus masuk ini menjadi yang terbesar dalam sepekan terakhir, mengindikasikan kembalinya minat beli investor institusi meski sentimen pasar secara keseluruhan masih dalam tahap pemulihan pasca tekanan jual tajam di akhir bulan lalu. Proyeksi pergerakan kripto Untuk perdagangan hari ini, hari ini, Bitcoin berpotensi bergerak di sekitar USD76.000-USD79.000. Ethereum berpotensi bergerak di sekitar USD2.300-USD2.400.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Capaian Realisasi Dana Haji 2025 Mencapai Rp180,72 Triliun
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Bea Cukai Buka Suara soal OTT KPK, Jamin Kooperatif
• 1 jam laludetik.com
thumb
Bertemu Prabowo 4 Jam, Ormas Islam Dukung Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kabupaten-Kota di Sulsel Segera Terapkan Gentengisasi, Ganti Atap Rumah Seng dengan Genteng
• 12 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.