Direktur Kecerdasan Artifisial Komdigi, Aju Widya Sari melaporkan progres pembentukan Perpres Peta Jalan AI 2026-2029 ke Komisi I dalam rapat kerja di DPR, Rabu (4/2).
Ia menyebut, Perpres ini telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto dan telah dimasukkan dalam program penyusunan Perpres tahun 2026.
“Pada tanggal 22 Desember 2025, Rancangan perpres Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional telah ditetapkan menjadi bagian dari program penyusunan Perpres tahun 2026 sebagaimana ditetapkan melalui keputusan Presiden Nomor 38 Tahun 2025,” tutur Aju.
Komdigi pun telah menyiapkan surat kepada 36 kementerian dan lembaga terkait yang akan berperan strategis di dalam perpres tersebut.
“Sebagai tindak lanjut, Komdigi juga telah menyiapkan surat kepada 36 kementerian/lembaga terkait yang berperan sebagai penanggung jawab dalam strategi, program, dan kegiatan Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional untuk permintaan anggota panitia antarkementerian dan atau non-antarkementerian dengan tenggat waktu penyampaian hingga tanggal 30 Januari 2026,” ucap Aju.
“Dalam rangka mendorong koordinasi aktif, Komdigi juga telah melaksanakan ikut kick-off meeting penyampaian rencana pembahasan Rancangan perpres dengan kementerian/lembaga terkait pada tanggal 23 Januari 2026,” tambahnya.
Kini, Komdigi juga tengah menyusun langkah-langkah untuk percepatan pembahasan Perpres tersebut.
“Saat ini, Komdigi tengah menyiapkan kelengkapan untuk penyusunan dan penetapan SK PAK dan persiapan langkah-langkahnya untuk mendorong proses pembahasan rancangan perpres yang efektif dengan lintas Kementerian Lembaga terkait,” ucapnya.
Sebelumnya, Aju menjelaskan Perpres Peta Jalan AI ini dipakai untuk membantu implementasi program hasil terbaik cepat presiden. Salah satunya adalah makan bergizi gratis (MBG).
“Rancangan Perpres Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional juga merumuskan program hasil terbaik cepat atau quick win yang difokuskan untuk mendukung program hasil terbaik cepat Presiden,” ucap Aju.
“Program quick win terdiri atas use case makan bergizi gratis, swasembada pangan, screening TBC, cek kesehatan gratis, pemetaan wilayah rawan stunting, koperasi merah putih, pembelajaran adaptif pada sekolah rakyat, dan deteksi hoaks dan disinformasi,” tambahnya.




