Bangkai Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali mulai diangkat secara bertahap, sejak Minggu (1/2) lalu.
Selama proses operasional pengangkatan ini ternyata ditemukan tiga jenazah diduga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama tersebut.
"Sampai hari ini per tanggal 4 Februari 2026 sudah ditemukan tiga jenazah pasca-tindakan salvage KMP Tunu Pratama Jaya," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy saat dikonfirmasi, Rabu (4/2).
Jenazah pertama ditemukan saat bangkai kapal diangkat pada Minggu (1/2), sekitar pukul 07.00 WITA. Jenazah tersebut lalu dievakuasi ke RSUD Banyuwangi.
Jenazah kedua ditemukan di sekitar Pelabuhan LCM Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali pada Minggu (1/2), sekitar pukul 14.25 WITA. Jenazah dievakuasi ke RSUD Negara.
Jenazah ketiga ditemukan di bibir pantai pesisir Taman Nasional Bali Barat (TNBB) Gilimanuk, pada Rabu (4/2) sekitar pukul 07.30 WITA. Jenazah dievakuasi ke RSUD Negara.
"Dua jenazah di RSUD Negara kini dititipkan di kamar jenazah guna proses identifikasi lebih lanjut," katanya.
Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali pada Rabu, 2 Juli 2025.
Tercatat ada 65 orang penumpang, 12 orang kru kapal, dan 22 unit kendaraan dalam manifes dalam KMP Tunu Pratama Jaya. Data manifes ini sebenarnya masih simpang siur.
Pada saat Basarnas menghentikan operasi pencarian korban pada Senin (22/7/2025) dari 65 itu, total 49 korban ditemukan. Sebanyak 30 orang selamat, sementara 19 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan 15 orang hilang.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5103614/original/091264500_1737463753-WhatsApp_Image_2025-01-21_at_19.39.46_998c35d1.jpg)


