Salah satu kuliner unik kala berkunjung ke kawasan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat adalah pia atau bakpia yang dibuat dadakan. "Fresh from the oven" begitu jaminan dari sang penjual, Pia Laobeijing yang sudah ada sejak 2012.
Saat kumparanFOOD berkunjung pada Selasa (3/2), kami tergoda dengan jajaran adonan putih gemoy, layaknya "adonan roti mentah" yang hendak dipanggang. Rupanya, adonan tersebut adalah pia atau bakpia. Dipanggang dengan sedikit minyak, membuat pia ini memiliki tekstur renyah pada bagian luarnya.
Saat itu, tampak sang juru masak, sesekali membuka dan menutup oven, lalu membolak-balikan bakpia hingga warnanya keemasan. Kemudian, setelah matang, bakpia dengan aneka isian itu langsung dijual —seperti tahu bulat yang digoreng dadakan, bukan?.
Saat kumparan bertanya kepada salah satu penjualnya, perempuan itu mengaku sehari bisa laku hingga 1.000 buah. Bakpia homemade ini memiliki delapan varian rasa mulai dari nanas, keju, durian, cokelat, kacang hijau, kacang hitam, kacang merah, dan ubi ungu.
Sayangnya, saat kami pengin membeli, varian yang baru matang hanyalah bakpia isi durian. Sehingga kami memutuskan membeli tiga buah saja.
Bakpia yang dijual di depan sebuah rumah ini, memiliki isian daging durian asli. Aroma dan rasa isian dari buah duriannya manis namun tidak pahit dan tak terlalu creamy. Kendati tekstur bakpia yang hangat, benar-benar nikmat. Terasa masih renyah, flaky, dan pada bagian topping ada taburan biji wijen yang menambah harum.
Bakpia yang dijual dengan harga Rp 6.000 per buah ini dijamin halal oleh sang pembuat. Jika kamu penasaran pengin coba juga, maka jangan sampai datang terlalu sore karena Pia Laobeijing setiap harinya pukul 08.30 sampai 16.00 WIB.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F10%2F29%2Fd6fbc45d8234556f78438b63a9bd2acd-20251029ron12.jpg)

