KOMPAS.com – Cekcok terjadi antara sejumlah penumpang dan petugas Transjakarta di halte setelah penumpang mengaku menunggu bus hingga dua jam tanpa kepastian.
Dalam video yang diunggah akun akun Instagram @kabarjakarta24, petugas Transjakarta terlihat membuka pintu bus rute 1A Pantai Maju–Balai Kota.
Namun, penumpang yang menunggu di halte tidak dapat masuk karena kondisi bus sudah penuh.
Baca juga: Penumpang Transjakarta Kesal Bus Penuh dan Lama Datang, Pramono Buka Suara
Petugas kemudian meminta penumpang bersabar karena keterbatasan kapasitas di dalam bus.
“Saya juga sabar, saya juga petugas, saya ngerasain macet dari tadi,” ucap petugas Transjakarta dalam video itu.
Situasi semakin memanas saat petugas menunjuk ke arah penumpang. Salah satu penumpang langsung menegur tindakan tersebut.
Baca juga: Penumpang Transjakarta Kesal Bus Penuh dan Lama Datang, Pramono Buka Suara
“Ye gak usah nunjuk-nunjuk, Mas, lu gimana sih,” ujar penumpang.
Petugas akhirnya menutup pintu bus dan armada kembali melanjutkan perjalanan tanpa mengangkut penumpang tambahan.
Penumpang lain kemudian meluapkan kekesalannya.
Ia mengaku telah menunggu bus dalam waktu yang sangat lama dan meminta agar Transjakarta menambah jumlah armada.
“Kita satu jam setengah, dua jam nunggu, mangkannya banyakin unitnya, ah elah,” ucap penumpang tersebut dengan nada tinggi.
Penyebab keterlambatan dan penambahan armadaMenanggapi kejadian ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui adanya keterlambatan armada Transjakarta yang memicu keluhan masyarakat.
Menurut Pramono, ada dua faktor utama penyebab lamanya waktu tunggu bus. Pertama, kondisi lalu lintas yang semakin padat akibat musim hujan.
“Kenapa kemudian sekarang ini banyak keluhan, ada keluhan mengenai nunggunya lama? Yang pertama harus diakui karena musim hujan, sering kali menunggu cukup lama,” ucap Pramono saat ditemui di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Kamis (5/2/2026).
Faktor kedua, lanjut Pramono, adalah meningkatnya jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta setelah Pemprov DKI menggratiskan layanan transportasi bagi 15 golongan masyarakat.
“15 golongan kami gratiskan. Itulah yang menyebabkan kemudian orang sekarang, naik transportasi umum itu menjadi habit baru,” kata dia.
Untuk merespons keluhan tersebut, Pramono memastikan penambahan armada Transjakarta akan dilakukan.
Pramono menargetkan 10.000 bus elektrik akan mengaspal di Jakarta 2029. (Penulis: Reporter Ruby Rachmadina|Editor:Fitria Chusna Farisa)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



