PJHB Putuskan Ganti Supplier Galangan Kapal, Ada Apa?

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) resmi mengganti perusahaan galangan kapal untuk pembangunan kapal ke-3 menjadi PT Tegal Shipyard Utama (TSU).

PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) mengganti perusahaan galangan kapal untuk pembangunan kapal ke-3 menjadi PT Tegal Shipyard Utama (TSU). (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) resmi mengganti perusahaan galangan kapal untuk pembangunan kapal ke-3 menjadi PT Tegal Shipyard Utama (TSU) dari sebelumnya PT Adiluhung Sarasnasegara Indonesia (ASSI).

Direktur Utama PJHB, Go Soio Bie mengatakan perubahan mitra perusahaan galangan kapal dilatarbelakangi oleh sejumlah alasan. Beberapa aspek yang menajdi pertimbangan yakni aspek teknis, kapasitas produksi, jadwal penyelesaian, serta efisiensi operasional.

Baca Juga:
Ekspansi Armada, PJHB Bidik Pertumbuhan Laba hingga 50 Persen di 2026

"Perseroan memutuskan untuk melakukan perubahan galangan pembangunan kapal ke-3 menjadi PT Tegal Shipyard Utama," katanya dalam surat kepada BEI, Kamis (5/2/2026).

Go memastikan, perubahan mitra tersebut tidak berdampak negatif terhadap perseroan. Jadwal pembangunan kapal ke-3 secara keseluruhan tetap dapat dilaksanakan sesuai rencana.

Baca Juga:
PJHB Serap Dana IPO Rp26 Miliar, 20 Persen dari Rencana untuk Beli Kapal

Sebagai informasi, dalam prospektus IPO, PJHB berencana membangun tiga unit kapal Landing Craft Tank (LCT) dengan total biaya Rp163 miliar. Untuk membangun ketiga kapal ini, perseroan menunjuk dua perusahaan, yakni PT Untung Brawijaya Sejahtera (UBS) dan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI).

Kapal LCT tersebut memiliki berat masing-masing 2.500 bobot berat mati (Dead Weight Tonnage/DWT). Pembangunan kapal tersebut sangat penting mengingat tingkat utilisasi lima kapal LCT yang dioperasikan perseroan sudah maksimal. Di samping itu, perseroan juga memerlukan armada tambahan dengan teknologi yang lebih baru.

Kapal ke-1 dan ke-2 dibangun ASSI dengan nilai masing-masing Rp57 miliar dan Rp53 miliar. Adapun kapal ke-3 dibangun oleh ASSI dengan biaya Rp53 miliar. UBS berlokasi di Samarinda, Kalimantan Timur, sedangkan fasilitas galangan kapal ASSI ada di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

ASSI dipercaya cukup banyak klien di antaranya PT Hasnur International Shipping Tbk (HAIS), ASDP Indonesia Ferry, hingga PT Pertamina Trans Continental. PJHB juga pernah bekerja sama dengan ASSI pada 2024 untuk membangun kapal LCT Cipta Jaya Harapan Baru 9.

Sementara itu, hingga akhir 2025, PJHB tercatat baru menyerap Rp25,8 miliar dari total dana IPO yang diperoleh Rp154,5 miliar. Minimnya realisasi tersebut seiring skema pembayaran pembangunan kapal yang dilakukan secara dicicil.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gelar OTT Restitusi Pajak, KPK Periksa Intensif Kepala KPP Madya Banjarmasin
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Eks Murid dan Guru Adu Mekanik, Hector Souto Tak Gentar Hadapi Kensuke Takahashi di Semifinal Piala Asia Futsal 2026
• 3 jam laludisway.id
thumb
Gubernur NTT Akui Gagal Deteksi Dini Kasus Siswa SD Bunuh Diri di Ngada
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wamensos Minta Kaltim dan Mahakam Ulu Gerak Cepat Ajukan Sekolah Rakyat
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Chris Hemsworth Akui Pernah Kejar Penghargaan dan Bayaran Besar, Kini Lebih Pilih Waktu Bersama Keluarga
• 4 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.