Megawati Usai Agenda Zayed Award: Seharusnya Sudah Tak Ada Perang, Kita Satu Bumi

liputan6.com
17 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan pandangan mendalamnya usai mengikuti seluruh rangkaian agenda Zayed Award for Human Fraternity 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Kamis (5/2/2026).

Setelah menghadiri diskusi meja bundar atau roundtable dan berdialog dengan berbagai tokoh dunia, Megawati menyoroti tantangan global saat ini. Ia menilai, dunia mulai kehilangan kesadaran akan persatuan sebagai sesama penghuni bumi.

Advertisement

BACA JUGA: Bicara Masa Depan Dunia di Forum Zayed 2026, Megawati Minta Generasi Penerus Dilindungi dari Ancaman AI

"Nah, mengenai kembali kepada Zayed Award Human Fraternity ini, dari semua pembicaraan yang saya dengar, memang mereka berkeinginan bahwa mereka semua merasakan bahwa bagaimana dunia ini sepertinya akan mulai melupakan sebetulnya kehidupan kita itu satu, satu bumi," ujar Megawati.

Putri Proklamator RI Bung Karno ini menekankan bahwa di era modern ini, peperangan seharusnya sudah tidak lagi menjadi pilihan. Maka, ia mendorong perdamaian berkelanjutan yang juga melibatkan peran aktif perempuan.

"Dan seharusnya mestinya sudah selesai, tidak ada perang. Yang ada harusnya diteruskan dengan perdamaian. Dan itu tentunya juga masuk ke dalam peran wanita," tegasnya.

Dalam forum global tersebut, Ketum PDIP ini juga kembali memperkenalkan Pancasila sebagai konsep yang relevan untuk diadopsi dunia.

Merujuk pada pidatonya di Majelis Persaudaraan Manusia yang diadakan Zayed, ia meyakinkan para tokoh dunia bahwa nilai-nilai Pancasila, khususnya kemanusiaan, bersifat universal dan sejalan dengan semangat Persaudaraan Manusia atau Human Fraternity. 

"Begitu juga kalau masalah kemanusiaan, seperti yang saya katakan ketika hari pertama dengan Pancasila itu, sebenarnya kalau mau, saya bilang kepada mereka-mereka bahwa itu sebetulnya bisa menjadi sesuatu yang universal," jelas Megawati.

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemilik Lahan di Banyuwangi Klaim Dikriminalisasi, Kuasa Hukum: Unsur Pidana Dipaksakan
• 16 jam lalueranasional.com
thumb
Di Sidoarjo, Gus Ipul Ajak Camat hingga Kades Bersama Perbarui Data
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Guru Besar UII Soroti Kasus Kuota Haji, Begini Penjelasannya!
• 21 jam laluokezone.com
thumb
KPK tahan lima dari enam tersangka kasus impor barang KW Ditjen Becuk
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Tiba di Indonesia, PM Australia Anthony Albanese Akan Bertemu Prabowo Besok (6/2)
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.