Kenapa Banyak Istri di Bandung Ingin Bercerai?

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

Kasus perceraian di Kota Bandung, Jawa Barat, mencapai lebih dari 7.000 kasus pada tahun 2025. Sebagian besar diajukan istri. Apa pemicunya dan siapa korbannya?

Apa yang akan Anda dapatkan dari artikel ini?

  1. Seperti apa gambaran kasus perceraian di Kota Bandung tahun 2025? Bagaimana perbandingannya dengan tahun sebelumnya?
  2. Siapa yang mengajukannya? Hal apa yang memicu tingginya perceraian? 
  3. Seperti apa peta kemiskinan di Kota Bandung dan Jabar?
  4. Bagaimana dengan kasus perceraian di daerah lain di Jabar? Apakah penyebabnya serupa?
  5. Apa dampak perceraian bagi anak dan keluarga?
  6. Apa yang bisa dilakukan untuk menekan kasus retaknya rumah tangga ini semakin membesar?
Seperti apa gambaran kasus perceraian di Kota Bandung tahun 2025. Bagaimana perbandingannya dengan tahun sebelumnya?

Sebanyak 7.119 pengajuan perceraian, dengan 6.643 perkara di antaranya telah diputuskan, terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat, sepanjang tahun 2025. Pemicunya adalah pertikaian berkepanjangan dan faktor ekonomi.

Berdasarkan data Kepaniteraan Pengadilan Agama (PA) Bandung pada Rabu (4/2/2026), hakim telah memutus 6.643 perkara dari 7.119 gugatan perceraian sepanjang tahun 2025.

Angka gugatan ke PA Bandung tahun 2025 itu turun jika dibandingkan tahun 2024. Jumlah gugatan tahun 2024 mencapai 7.213 perkara dan 7.110 di antaranya telah diputuskan.

Baca JugaLebih dari 7.000 Perceraian di Bandung, Sebagian Besar Gugatan Dilayangkan Istri 
Siapa yang mengajukannya? Hal apa yang memicu tingginya perceraian?

Hampir 80 persen gugatan diajukan pihak istri. Dari total pengajuan, cerai gugat yang diajukan pihak istri menjadi yang tertinggi, mencapai 5.520 atau 77,54 persen. Sementara cerai talak yang diajukan suami sebanyak 1.599 perkara.

Setidaknya ada tiga penyebab perceraian. Paling dominan adalah perselisihan dan pertengkaran terus-menerus dengan jumlah 3.459 perkara.

Faktor ekonomi menempati peringkat kedua dengan 1.839 perkara. Di urutan ketiga adalah faktor salah satu pihak meninggalkan pasangannya sebanyak 326 perkara.

Faktor lainnya dengan jumlah perkara yang lebih kecil ialah murtad, kawin paksa, cacat badan, kekerasan dalam rumah tangga, selingkuh, mabuk, judi, hingga dihukum penjara.

Baca JugaPerceraian di Bandung Tinggi, Pertengkaran Dipicu Masalah Ekonomi 
Seperti apa peta kemiskinan di Kota Bandung dan Jabar?

Jumlah penduduk miskin di Jabar pada Maret 2025 sebanyak 3,65 juta orang atau 7,02 persen dari total penduduk.

Angka kemiskinan di Jabar menyumbang 15,3 persen dari total jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2025 yang mencapai 23,85 juta orang.

Pada Agustus 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jabar terdata 6,77 persen atau 1,78 juta orang. Hal ini berarti, dari 100 orang angkatan kerja, terdapat enam sampai tujuh penganggur.

TPT pada Agustus 2025 mengalami kenaikan 0,02 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2024 (6,75 persen). Angka pemutusan hubungan kerja seperti masih sulit ditekan.

Total pekerja yang terkena PHK dari hasil pantauan Kementerian Ketenagakerjaan di 35 provinsi dari Januari hingga Agustus 2025 mencapai 44.621 orang. Dari jumlah itu, 22,59 persen atau 10.080 pekerja yang terkena PHK berasal dari Jabar.

Sementara itu, di Kota Bandung, berdasarkan data BPS, TPT pada Agustus 2025 tercatat sebesar 7,22 persen, turun 0,18 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Meskipun turun, jumlah pengangguran terbuka mencapai sekitar 100.300 orang. Tantangan utamanya adalah kesesuaian antara lulusan pendidikan dan kebutuhan industri.

Baca JugaKemiskinan di Jabar Menurun, Ketimpangan Ekonomi Justru Meningkat
Bagaimana dengan kasus perceraian di daerah lain di Jabar? Apakah penyebabnya serupa?

Pantura Jabar menjadi daerah rawan perceraian. Penyebabnya, kemiskinan hingga kecanduan judi daring.

Berdasarkan data PA Indramayu, kasus cerai gugat yang diajukan pihak istri pada 2023 mencapai 6.860 perkara.

Adapun cerai talak oleh suami tercatat 2.581 kasus. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2022 dengan 6.646 kasus cerai gugat dan 2.506 cerai talak.

Kabupaten Cirebon, Jabar, juga sangat rawan. Lebih dari 7.000 pasangan di Kabupaten Cirebon bercerai setiap tahun pada 2022. Artinya, setiap hari rata-rata 20 pasangan berpisah. 

Berdasarkan data PA Sumber Kabupaten Cirebon, selama 2022, pengajuan perceraian mencapai 7.743 perkara. Sebanyak 7.571 pasangan diputuskan bercerai. Angka itu tidak jauh berbeda dengan pengajuan perceraian pada tahun 2021, yakni 7.733 perkara, dan 7.328 kasus pada 2020.

Baca JugaJudi Daring Turut Memicu Tingginya Perceraian di Indramayu
Apa dampak perceraian bagi anak dan keluarga?

Dampak paling utama dari perceraian adalah terganggunya emosi anak. Biasanya, anak akan mengalami kesedihan, takut, kehilangan perhatian, dan menjadi kurang percaya diri.

Perceraian yang menjadi penyebab utama anak mengalami kondisi fatherless, secara hitungan statistik regresi, juga menunjukkan korelasi positif yang sangat kuat, yakni 0,98 poin. Artinya, makin banyak perceraian, makin banyak anak yang berpotensi kehilangan peran ayah.

Baca JugaPerceraian Marak, Apa yang Terjadi?
Apa yang bisa dilakukan untuk menekan kasus retaknya rumah tangga ini semakin membesar?

Konseling pranikah menjadi salah satu solusi mencegah perceraian. Psikolog klinis di Kota Sorong, Papua Barat, Syafira Putri, menilai konseling pranikah dapat membantu baik calon pengantin wanita maupun calon pengantin pria lebih siap menghadapi kehidupan berumah tangga.

Selain itu, psikolog Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Febdi Hermawan, mengatakan, pasangan suami istri diminta menurunkan ego satu sama lain. Biasanya, konflik terjadi karena merasa dirinya paling benar dari pasangannya. Padahal, suami istri saling melengkapi.

Komunikasi juga sepatutnya diterapkan secara terbuka. Contohnya, saat istri atau suami butuh perhatian, sebaiknya bicara secara langsung tanpa malu atau menunggu kepekaan pasangannya.

Baca JugaKalau Begitu, Lebih Baik Cerai

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sidak Perusahaan yang Mangkir Bayar Pajak, Purbaya: Gara-gara Dia Negara Rugi Rp40 Triliun!
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
5 Rutinitas Pagi Hari yang Bisa Bikin Awet Muda
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
KPK: Kepala KPP Banjarmasin Mulyono Gunakan Uang Suap Pajak Rp 300 Juta Buat DP Rumah
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Adies Kadir Pastikan Tak Tangani Perkara Terkait Golkar demi Hindari Konflik Kepentingan
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Scam Online Global di Perbatasan Kamboja Dibongkar: Ditemukan Kantor Polisi Palsu dari Polri, Polisi Australia Hingga Polisi Singapura
• 18 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.