SLEMAN, KOMPAS.TV - Direktur Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra, bereaksi keras terhadap keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI yang menjatuhkan sanksi larangan menggelar empat pertandingan kandang tanpa penonton bagi timnya.
Huistra secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya dan mengisyaratkan bahwa manajemen PSS Sleman akan menempuh upaya untuk melawan keputusan tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Huistra menyusul terbitnya surat sanksi Komdis PSSI tertanggal Selasa (3/2/2026).
Komdis menjelaskan hukuman berat diputuskan imbas insiden penyemprotan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan pemasangan spanduk provokatif saat laga PSS kontra Barito Putera di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (31/1/2026).
Baca Juga: PSS Sleman Tempuh Jalur Hukum atas Insiden APAR di Stadion Maguwoharjo
"Saya tidak bisa bicara banyak soal itu karena kami tidak setuju dan mencoba untuk melawannya. Kadang kita harus melawan balik karena menurut saya sanksi empat laga itu terlalu berlebihan," kata Huistra saat ditemui di Pakem, Sleman, Kamis (5/2/2026).
Menurut Huistra, hukuman penutupan stadion bagi suporter dalam empat laga kandang berturut-turut sangat merugikan tim yang sedang bersaing di papan atas.
Meski begitu, ia meminta para pemain untuk tidak terganggu oleh polemik tersebut dan tetap menjaga fokus menghadapi putaran ketiga.
"Tentu pemain lebih suka bermain di depan suporter yang mendukung penuh, tapi mereka tetap fokus untuk putaran ketiga ini," ucapnya.
Dua Pekan Krusial untuk Pemulihan Fisik
Penulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- PSS Sleman
- Pieter Huistra
- Sanksi Komdis PSSI
- Pegadaian Championship
- Sepak Bola Nasional



