Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial di Indonesia.
Menurutnya, pendekatan pembangunan harus berorientasi pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mandiri dan produktif secara berkelanjutan.
"Pemberdayaan masyarakat adalah kunci utama di dalam memutus mata rantai kemiskinan, mengurangi ketimpangan, dan membangun kemandirian bangsa. Pembangunan yang kita tuju harus memberi solusi bagi terwujudnya ekonomi yang sejahtera, mandiri, dan berdiri di kaki sendiri," ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 6 Februari 2026.
Kemudian, ia menekankan bahwa persoalan kemiskinan tidak bisa diselesaikan hanya melalui bantuan semata. Negara, kata Muhaimin, perlu memastikan masyarakat memiliki kemampuan, keterampilan, dan daya saing agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya secara berkelanjutan.
Dalam konteks itu, Muhaimin menyebut pendidikan sebagai pintu masuk paling mendasar untuk memutus mata rantai kemiskinan. Melalui pendidikan yang berkualitas, generasi muda dapat disiapkan untuk menghadapi dunia yang semakin kompetitif.
"Pendidikan ini menjadi pintu masuk memutus mata rantai kemiskinan, sehingga kita menyiapkan kualitas anak-anak kita untuk siap memasuki dunia yang semakin kompetitif ini," jelasnya.
Lebih lanjut, Muhaimin menjelaskan bahwa paradigma pembangunan saat ini telah bergeser. Negara tidak lagi menjadi satu-satunya pelaku pembangunan, melainkan berperan sebagai fasilitator yang mendorong potensi masyarakat agar tumbuh dan produktif.
"Negara atau pemerintah harus mampu memberikan stimulan, mendukung, menggerakkan, dan memberikan selalu kekuatan untuk potensi-potensi yang ada itu tumbuh dan produktif di masyarakat," ucapnya.
Editor: Redaktur TVRINews




