Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah Jerman berkomitmen menambah pendanaan untuk proyek transisi energi di Indonesia, melalui program Just Energy Transition Partnership (JETP).
Airlangga menyebutkan, komitmen pendanaan JETP sebelumnya sudah bertambah menjadi USD 21,4 miliar sejak diluncurkan pada G20 Indonesia pada 2022 lalu, yang berasal dari anggota International Partners Group (IPG) sebesar USD 11,4 miliar dan Glasgow Financial Alliance 1for Net Zero (GFANZ) USD 10 miliar.
Komitmen tersebut akan bertambah lagi dengan suntikan dana dari Jerman sebesar USD 400 juta, sehingga total komitmen pendanaan JETP Indonesia menjadi USD 21,8 miliar.
Hal tersebut diumumkan saat penandatanganan bank pembangunan Jerman, KfW Development Bank pada Kamis (5/2), terhadap dua proyek transisi energi di Indonesia senilai EUR 2 miliar, dengan tambahan EUR 400 juta untuk proyek PLTS Saguling.
"Kali ini JETP dipimpin oleh Jerman dan Jepang, tadi siang Jerman berkomitmen untuk menyediakan EUR 2 miliar untuk beberapa proyek, ditambah untuk proyek Saguling 400 juta," ungkapnya saat Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026, dikutip Jumat (6/2).
Namun, Airlangga menyebutkan penyerapan anggaran JETP untuk proyek ekonomi hijau di Indonesia masih terlampau lambat, yakni baru USD 3,5 miliar. Dia pun meminta penyerapannya digencarkan.
"Jadi harus didorong untuk bisa mengambil fund yang sudah disiapkan. Jadi ini dananya sudah siap, tinggal dari segi proyek," kata Airlangga.
Selain JETP, Jepang juga memberikan komitmen pendanaan hijau kepada Indonesia melalui ASEAN Zero Emission Community (AZEC), dengan total komitmen USD 500 juta yang akan disalurkan pada 20 proyek.
"Mereka sudah menyediakan USD 500 juta, dan ini bisa ditambah, dan Jepang juga ada 20 di pipeline, namun yang sudah financial closing baru 1," jelas Airlangga.
Dia berharap agar penyaluran JETP ini bisa didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terlebih dengan diluncurkannya program Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia versi 3 yang memperbarui klasifikasi aktivitas ekonomi hijau di dalam negeri.
"Jadi harus kita dorong dan dengan adanya Taksonomi dari OJK, jadi OJK juga harus gencar mendorong itu," tandas Airlangga.
Adapun beberapa proyek yang sudah mendapatkan komitmen pendanaan JETP antara lain Green Energy Corridor Sulawesi (GECS), program Dedieselisasi, lalu proyek Waste to Energy yang dikombinasikan dengan Asia Zero Emission Community (AZEC), serta pengembangan PLTS atap (Solar Rooftop).
Sementara proyek pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang dalam rencana prioritas pendanaan JETP antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Saguling, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka, dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di daerah Sumatera Selatan.





