Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meneken sejumlah kerja sama dengan PM Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta Pusat Jumat (6/2).
"Hadirin yang saya hormati, dalam pertemuan hari ini saya dan Perdana Menteri Albanese juga membahas berbagai agenda prioritas bersama," kata Prabowo dalam keterangan pers bersama.
Pada bidang pertanian, Prabowo menjelaskan, Indonesia mengajak Australia untuk menggabungkan modal guna memperkuat ketahanan pangan negara masing-masing.
"Di bidang pertanian, saya mengundang pihak Australia untuk mengembangkan joint venture di sektor pertanian di kedua negara guna mendukung upaya Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan kita," ujarnya.
Pada bidang investasi, Prabowo juga mengundang Australia untuk berinvestasi di sektor hilirisasi mineral kritis Indonesia, termasuk pengolahan nikel, tembaga, bauksit, dan emas. Begitupun sebaliknya.
"Pada saat yang sama, kami juga mendorong perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di sektor pertambangan mineral kritis Australia," kata Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo juga mengajak Australia untuk mendukung upaya kita dalam memperkuat sistem pendidikan Indonesia melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para guru dan tenaga pengajar yang akan ditempatkan di universitas-universitas dan sekolah-sekolah baru yang sedang dibangun.
"Dalam hal ini, saya menyampaikan apresiasi atas dukungan Australia melalui Australia Awards Garuda Scholarship dalam mendukung upaya tersebut. Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang kompeten yang dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di Australia," tandas dia.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478468/original/098541300_1768902297-1000026803.jpg)
