Sebuah bangunan runtuh di kota Tripoli, Lebanon Utara. Imbas insiden itu, sebanyak lima orang dilaporkan tewas.
Dilansir AFP, Senin (9/2/2026), Kantor Berita Nasional yang dikelola pemerintah melaporkan "runtuhnya sebuah bangunan tua" di lingkungan Bab al-Tabbaneh di Tripoli, daerah termiskin di kota yang miskin itu. Personel keamanan pun mengevakuasi bangunan-bangunan di sekitarnya karena khawatir akan terjadi runtuhan lebih lanjut.
"Delapan orang telah diselamatkan sejauh ini sementara lima korban telah ditemukan, termasuk seorang anak dan seorang wanita lanjut usia," kata Kantor Berita Nasional Lebanon.
Kepala pertahanan sipil Imad Khreish mengatakan kepada media lokal bahwa bangunan tersebut terdiri dari dua blok, masing-masing berisi enam apartemen.
Media lokal menampilkan gambar warga dan petugas penyelamat yang mencoba membersihkan puing-puing dengan peralatan sederhana dan tangan kosong mereka.
Presiden Joseph Aoun meminta semua layanan darurat untuk dimobilisasi "untuk membantu operasi penyelamatan dan menyediakan tempat berlindung bagi penghuni gedung dan penghuni gedung-gedung tetangga yang dievakuasi" sebagai tindakan pencegahan, demikian pernyataan dari kantornya.
Insiden ini terjadi setelah insiden runtuhnya bangunan yang menewaskan banyak orang di Tripoli akhir bulan lalu.
Lebanon dipenuhi dengan bangunan-bangunan terbengkalai, dan banyak bangunan yang dihuni berada dalam kondisi rusak parah.
Banyak bangunan dibangun secara ilegal, terutama selama perang saudara 1975-1990, sementara beberapa pemilik telah menambahkan lantai baru ke blok apartemen yang sudah ada tanpa izin.
Pada tahun 2024, kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengatakan "ribuan orang" masih tinggal di bangunan-bangunan yang tidak aman di Tripoli lebih dari setahun setelah struktur bangunan melemah akibat gempa besar yang berpusat di Turki dan Suriah.
(maa/maa)


