Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan kesiapan TNI AD seiring dengan pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza.
Maruli mengatakan pihaknya masih menunggu hasil koordinasi Mabes TNI terkait pengiriman pasukannya ke Gaza. Menurutnya, nanti TNI AD akan menerima permintaan personil dengan karakter tertentu.
"[Persiapannya] Sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan. Kan kita nanti jadi perdamaian, jadi berarti Zeni, kesehatan yang seperti-seperti itu kami siapkan," ujar Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin (9/2/2026).
Dia memperkirakan jumlah pasukan yang bisa diberangkatkan ke Gaza sebagai pasukan perdamaian mencapai satu brigada atau 5.000-8.000. Meski begitu, angka pastinya masih bernego atau belum ada kepastian.
Sebelumnya, usai pertemuannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina seiring dengan keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) Gaza. Prabowo pun akan mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza.
"Presiden sudah memberi penjelasan tadi, kita nanti akan berpartisipasi dengan mengirimkan pasukan perdamaian yang tugas absolutnya adalah melindungi rakyat Palestina," kata Gus Yahya di Kompleks Istana Kepresidenan pada pekan lalu (3/2/2026).
Baca Juga
- JK Berharap RI Berjuang untuk Kemerdekaan Palestina di Dewan Perdamaian Gaza
- Netanyahu: Otoritas Palestina Tidak Akan Jadi Bagian dari Pemerintahan Gaza
- Gencatan Senjata Tak Digubris, Israel Serang Gaza dan Tewaskan 23 Orang
Presiden Prabowo juga menurut Gus Yahya menjelaskan mengenai pertimbangan-pertimbangan masuknya Indonesia ke BoP. Gus Yahya menuturkan bahwa pada level kebijakan, terdapat realitas yang harus diperhatikan dan dikalkulasi.
"Presiden menjelaskan secara ekstensif sekali hal-hal yang perlu dipertimbangkan itu, dan saya kira semua yang hadir memahami dan bisa menerima dan bahkan mempercayakan perjuangan untuk menolong Palestina melalui upaya-upaya strategis ini kepada Presiden," ujar Gus Yahya.





