Beras yang Diekspor untuk Jemaah Haji Berkualitas Premium Broken 5 Persen

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan beras yang akan diekspor untuk kebutuhan jemaah haji di Arab Saudi merupakan beras premium.

Dia mengatakan beras tersebut memiliki kualitas broken dengan pecahan 5 persen atau lebih bagus dari beras premium dalam negeri yang umumnya tingkat pecahan 15 persen.

“Berasnya beras Indonesia karena jemaah lebih suka beras kita kan pulen. Pecahannya nggak sampai 5 persen yang buat haji, ini premium number one,” kata Zulhas di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (9/2).

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan beras yang diekspor merupakan beras segar dari Gabah Kering Panen (GKP) baru yang langsung dikirim ke Arab Saudi dan digunakan untuk menyuplai konsumsi seluruh jemaah haji asal Indonesia.

“Pecahannya hanya 5 persen, kalau premium Indonesia kan pecahannya 15 persen kadar airnya 14 persen atau bahkan di bawah 14 persen, yang pulen,” jelas Rizal dalam kesempatan yang sama.

Usul Bikin Gudang Beras di Arab

Rizal menuturkan saat ini beras dari Bulog akan diserap oleh pengelola atau dapur yang memasak hidangan untuk jemaah haji di Arab Saudi. Dia mengusulkan agar Bulog dibuatkan gudang untuk menyuplai beras secara berkelanjutan.

“Tadi kami sudah koordinasi dengan Pak Menteri Haji, kami mohon diberikan space di Kampung Haji. Kalau nanti diizinkan, untuk bisa bangun gudang Bulog di sana. Sehingga nanti beras-beras kita ataupun daging-daging kita, ikan-ikan kita bisa kita simpan di gudang Bulog yang di Kampung Haji,” terangnya.

Dia juga berharap sepanjang Indonesia swasembada pangan, ekspor beras ke Arab Saudi untuk keperluan jemaah haji akan terus berlanjut. Dengan demikian, Indonesia tidak perlu lagi menggunakan beras asal Thailand dan Vietnam.

“Karena ini bukan masalah harga tapi masalahnya adalah harga diri bangsa Indonesia. Harga diri bangsa Indonesia. Sementara B2B dulu. Sesuai dengan arahan Pak Menko tadi, ke depan 2027 akan dimasukkanlah pos pembiayaan haji itu dalam pembiayaan operasional haji berasnya ini,” jelasnya.

Bulog Gunakan Pabrik Wilmar yang Disita Bareskrim

Rizal mengatakan Bulog akan menggunakan pabrik milik PT Wilmar Padi Indonesia untuk memproduksi beras yang akan diekspor untuk keperluan jemaah haji di Arab Saudi.

Pabrik yang akan dipinjam Bulog tersebut adalah milik PT Wilmar sebelumnya telah disegel oleh pihak Kepolisian. Menurut Rizal, pemilihan pabrik atau penggilingan milik PT Wilmar dikarenakan pabrik tersebut memiliki alat yang canggih.

Dia juga memastikan Bulog telah mendapatkan restu dari Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono untuk penggunaan pabrik yang berstatus barang bukti tersebut.

“Karena Wilmar alatnya canggih, dengan computerize dan hasilnya bagus sekali. Sudah diizinkan untuk pinjam pakai izinnya dari Kabareskrim kemarin. Kami sudah dapet surat izinnya untuk pinjam pakai,” ujar Rizal.

Pengiriman beras akan mulai dilakukan pada pekan ketiga Februari sebanyak 2.280 ton sesuai dengan permintaan. Meskipun Bulog total menyiapkan sebanyak 3.000 ribu ton.

Dia juga memastikan ekspor ini tidak akan berdampak pada stok atau Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini yang sebanyak 3,2 juta ton.

“Apalagi tambah nanti serapan Yang tahun 2026 ini 4 juta. Kalau pengin saya sih minimal 500.000 ton, karena tahun 2026 kami ditarget harus ekspor 1 juta ton. Jadi harapan kami Makin besar makin bagus,” jelasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Foto: Belum Diangkut Sejak Akhir Pekan, Sampah Menggunung di Pasar Kemiri
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Ipar “Sultan” Kemnaker Mengaku Tidak Bisa Tidur Saat Diperiksa KPK 24 Jam
• 2 jam lalukompas.com
thumb
PLN Cari Dana Rp25,29 Triliun Lewat Obligasi Dolar AS
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Rieke Soroti Kejanggalan Angka PBI, Jika 143,9 Juta Penerima, Maka 50 Persen Penduduk RI tak Mampu
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Daftar 5 Sektor Usaha dengan Upah Tertinggi pada 2025, Ada yang Tembus Rp 5 Juta
• 3 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.