Tips Memilih Dispenser buat Air Minum di Rumah

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Dispenser menjadi salah satu peralatan dapur yang wajib dimiliki karena mempermudah saat hendak mengambil air minum. Tapi, bagaimana sebaiknya kita memilih dispenser agar sesuai kebutuhan?

Dispenser air minum menjadi salah satu produk yang paling disorot terkait kandungan bahan kimia berbahaya. Pergeseran perilaku konsumen ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap dampak Bisphenol A (BPA), zat kimia yang umum ditemukan pada produk plastik. Berdasarkan data pencarian online, label "BPA Free" kini menjadi filter utama dalam memilih dispenser air minum, bukan sekadar fitur tambahan.

Regulasi pemerintah turut memperkuat dengan adanya peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2024 yang menetapkan standar keamanan produk yang bersentuhan dengan makanan dan minuman. Hal senada juga diatur dalam Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan, yang mewajibkan peralatan kontak pangan terbuat dari bahan yang tidak melarutkan zat beracun, seperti logam berat atau kimia berbahaya ke dalam air.

Esmond H Tirtajasa, Marketing Director Sanken, menjelaskan lebih lanjut bahwa produsen dispenser kini merespons kebutuhan pasar dengan menghadirkan produk yang mengutamakan keamanan.

"Misalnya pada Sanken dengan varian Dispenser HWD-CK30IC dan HWD-CK33IC telah mengintegrasikan material BPA Free dengan sistem higienitas tingkat tinggi. Fitur unggulan lain seperti safety child lock, teknologi IC cool (dirancang tanpa kompresor sehingga lebih hemat listrik, lebih tidak bising), dan fitur pemanasnya yang mampu mencapai suhu 92 derajat celsius menunjukkan komitmen kami terhadap kesehatan dan keselamatan keluarga," ujarnya, dikutip dari siaran resmi yang kumparanFOOD terima, Senin (9/2).

Teknologi IC cool diklaim mampu menghemat konsumsi listrik karena beroperasi tanpa kompresor, sekaligus mengurangi tingkat kebisingan. Aspek keamanan diperkuat dengan penggunaan material stainless steel dan proses produksi yang menghilangkan tahapan kimiawi berbahaya.

Namun, penelitian terbaru dari University of Missouri memperingatkan bahwa label "BPA-free" tidak selalu menjamin keamanan total. Studi yang dipimpin oleh Cheryl Rosenfeld, profesor ilmu biomedis di College of Veterinary Medicine, mengungkap bahwa bahan kimia pengganti BPA seperti Bisphenol S (BPS) berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serupa.

Mengutip Science Daily, BPA bisa memiliki efek samping terkait dengan keguguran dini, penyakit plasenta, dan berbagai dampak kesehatan negatif pasca kelahiran. "Bahan kimia sintetis seperti BPS dapat menembus plasenta ibu, sehingga apa pun yang beredar dalam darah ibu dapat dengan mudah ditransfer ke bayi yang sedang berkembang," kata Rosenfeld.

Rosenfeld menambahkan, plasenta berfungsi sebagai sumber utama serotonin untuk perkembangan otak janin. "Plasenta merespons baik bahan kimia alami maupun bahan kimia sintetis yang disalahartikan oleh tubuh sebagai bahan kimia alami, namun tubuh tidak memiliki kemampuan untuk mengurangi dampak merugikan dari bahan kimia buatan industri tersebut," tambahnya.

Temuan ini sekaligus menegaskan pentingnya transparansi produsen dalam mengungkapkan detail material yang digunakan. Konsumen disarankan tidak hanya mengandalkan label "BPA-free", tetapi juga memastikan produk menggunakan material aman seperti stainless steel dan melalui proses produksi yang bebas dari zat kimia berbahaya.

Tren pencarian informasi tentang keamanan dispenser, ulasan produk bebas BPA, hingga rekomendasi material aman, menunjukkan bahwa kesehatan keluarga telah menjadi investasi utama rumah tangga modern Indonesia. Produsen yang mampu memberikan jaminan keamanan material dan sistem higienitas tinggi diprediksi akan menguasai pasar dispenser air minum di tanah air.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BKSAP Desak Parlemen OKI Berperan Strategis di Tengah Ketidakpastian Global
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Danantara Resmikan Serentak 6 Proyek Hilirisasi Fase-I, PTPN Group Hadir Perkuat Ketahanan Energi
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Pergerakan Tanah di Tegal Masih Mengancam Warga, 248 KK Mengungsi
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
MA Berhentikan Sementara Ketua, Wakil, dan Juru Sita PN Depok yang Kena OTT KPK
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Pria di Lampung Tewas dengan Kepala Terlakban: Sewa Kos Baru 2 Hari
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.