Wamensos Buka Pelatihan Manajemen Pengajar SDM Sekolah Rakyat di SMA TN

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Wamensos Agus Jabo Priyono resmi membuka Training of Trainers (ToT) Managemen bagi tenaga pengajar SDM Sekolah Rakyat di SMA Taruna Nusantara (TN), Magelang, Jawa Tengah pada Senin (9/2/2026). Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter bagi para murid Sekolah Rakyat.

"Mereka harus punya karakter. Karena latar belakang dari siswa ini bermacam-macam. Begitu masuk Sekolah Rakyat, mereka harus kita bentuk supaya mereka punya karakter. Karakter kebangsaan yang kuat," kata Agus Jabo.

"Tidak hanya siswa Taruna Nusantara saja yang memiliki karakter kebangsaan yang kuat, tetapi siswa-siswa Sekolah Rakyat juga harus memiliki karakter kebangsaan yang kuat, cinta terhadap tanah air, cinta terhadap saudara-saudaranya sebangsa dan setanah air," sambungnya.

Pelatihan digelar mulai 9-12 Februari 2026 di SMA Taruna Nusantara, Magelang. Kegiatan dihadiri total 1.360 peserta yang terdiri dari 70 orang (dosen, widyaiswara, tim teknis menteri), 3 tenaga ahli menteri, Pejabat Pembuat Komitmen Sekolah Rakyat sebanyak 13 orang, 30 orang panitia, 1.157 murid SMA Taruna Nusantara, dan 80 pamong SMA Taruna Nusantara.

Di samping itu, Agus Jabo mengatakan, Sekolah Rakyat juga akan membentuk para muridnya memiliki karakter keagamaan yang kuat, menumbuhkan rasa percaya, jiwa sosial dan keterampilan. Ia menyebut, untuk mewujudkan hal tersebut, para tenaga pengajar SDM Sekolah Rakyat dibekali pelatihan.

"Jadi nanti bapak-bapak ibu-ibu yang pada hari ini mengikuti ToT, kita persiapkan konsepsinya bagaimana supaya anak-anak kita di Sekolah Rakyat menjadi anak-anak yang terampil, pintar, berkarakter. Supaya kita bisa mewujudkan apa yang menjadi perintah bapak presiden bahwa Sekolah Rakyat ini adalah jembatan," terang Agus Jabo.

"Goal-nya apa? Goal-nya mereka menjadi orang-orang kaya, orang-orang yang mampu tidak jatuh menjadi anak-anak yang miskin kembali, yang kemudian tentunya bisa menggraduasi keluarganya, bisa menggraduasi negaranya secara umum," jelasnya.

Agus Jabo menyebut, keberhasilan pengelolaan Sekolah Rakyat ditentukan oleh banyak hal. Mulai dari sarana-prasarana, hingga kualitas sumber daya manusia (SDM) yang bakal mengawal para siswa dalam proses belajar mengajar selama 24 jam dengan konsep sekolah berasrama.

Oleh karena itu, Agus Jabo menyampaikan terima kasih kepada Kepala Sekolah Taruna Nusantara Mayjen TNI M I Gogor yang telah bersedia bekerja sama dalam pelatihan bagi tenaga pengajar SDM Sekolah Rakyat ini. Ia mengatakan, Sekolah Rakyat dan SMA Taruna Nusantara memiliki persamaan, yakni konsep sekolah berasrama.

"Pak Kepala, saya mengucapkan banyak terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Taruna Nusantara yang sudah memberikan ruang kepada Kemensos untuk sharing, untuk belajar. Karena kami sangat membutuhkan itu dan kita berharap nanti para peserta memiliki pemahaman. Karena kenapa? Karena mereka datang langsung ke sekolah yang sudah punya pengalaman, yang sudah berjalan selama bertahun-tahun," jelas Agus Jabo.

"Jadi ToT ini kita harapkan bisa menghasilkan trainer-trainer yang nanti akan memberikan wawasan, memberikan materi, memberikan konsep kepada para guru, kepada para tendik yang nanti akan ditugaskan di Sekolah Rakyat," tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMA Taruna Nusantara, Mayjen TNI M I Gogor menekankan pentingnya pelatihan ini. Sebab, jelas dia, sekolah berasrama memiliki kompleksitas yang tidak sederhana.

"Kita tidak hanya mengelola ruang kelas, tetapi juga ada kehidupan 24 jam para siswa, 24 jam kehidupan para pamong atau guru. Ada pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, kemandirian, dan tentunya adalah kebangsaan dan semua itu menuntut kemampuan manajerial yang kuat, sistem yang tertata, serta keteladanan dari para pendidik dan pengelola sekolah," ungkap Gogor.

"Melalui Training of Trainers ini kami berharap para widiaiswara dan pengajar dapat saling berbagi pengalaman, memperkaya perspektif, serta membawa praktik-praktik terbaik untuk bisa diterapkan dan dikembangkan di berbagai wilayah di Nusantara," lanjut dia.

Gogor juga berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada SMA Taruna Nusantara sebagai tuan rumah dalam pelatihan.  "Kami percaya, kolaborasi antara Kementerian Sosial dan lembaga pendidikan seperti Taruna Nusantara dapat terus diperkuat demi kemajuan pendidikan dan pelayanan sosial di Indonesia," ujarnya.

Usai membuka pelatihan, Agus Jabo beserta rombongan didampingi Gogor meninjau sejumlah fasilitas yang tersedia di SMA Taruna Nusantara. Di antaranya, yakni kamar asrama siswa, hingga gudang logistik yang menyimpan berbagai kebutuhan murid, seperti seragam, sepatu, dan buku saku.

Agus Jabo juga menengok langsung dapur yang menyiapkan makanan untuk siswa-siswi selama menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara. Ia bahkan sempat ikut santap siang bersama para murid di ruang makan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gakkum Kehutanan Kejar Jaringan Pembunuhan Gajah Sumatera di Riau
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Akhirnya Buka Suara, Eca Aura Ngaku Tak Pernah Gunakan Tabung Pink
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
BGN: Mitra tak boleh tolak relawan disabilitas yang kerja di dapur MBG
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Ragam Tradisi Imlek di Indonesia, dari Angpao hingga Barongsai
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Fakta-Fakta Safe House Bea Cukai terkait Kasus Dugaan Korupsi Importasi Barang
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.